Aksi nasional Meksiko protes penculikan mahasiswa

Sumber gambar, AFP
Ribuan orang turun ke jalan di berbagai kota di seantero Meksiko, memprotes hilangnya puluhan aktivis mahasiswa yang kembali dari sebuah unjuk rasa di Iguala, kota di selatan Meksiko, bulan lalu.
Para mahasiswa yang hilang itu bentrok dengan polisi selama demonstrasi itu dan terakhir kali terlihat digiring ke dalam mobil polisi.
Ratusan warga bergabung pencarian, mengatakan mereka akan melakukan pencarian dari rumah ke rumah.
Sementara tes forensik sedang dilakukan pada puluhan jenazah yang ditemukan di sebuah kuburan massal yang ditemukan di dekat kota pekan lalu.
Kuburan itu dicemaskan adalah jenazah para mahasiswa yang hilang itu.
Di Mexico City, anggota keluarga berjalan paling depan dalam iring-iringan membawa foto orang-orang yang hilang.
Demonstrasi dilangsungkan juga di berbagai kota lain seperti di Oaxaca, Veracruz, Morelia, dan Guerrero.
Suatu aksi diam dilakukan oleh EZLN - lebih dikenal sebagai kelompok pemberontak Zapatista - di San Cristobal de las Casas, di selatan Meksiko.
Ditembaki dalam bis
Hilangnya para mahasiswa itu menimbulkan kegemparan di Meksiko.
Mereka -mahasiswa dari sebuah institut keguruan di Ayotzinapa di Guerrero Negara - melakukan unjuk rasa di Iguala untuk memprotes apa yang mereka anggap sebagai diskriminasi perekrutan guru.
Setelah unjuk rasa seharian, mereka bergerak untuk pulang. Dan setelah itu ceritanya simpang siur.

Sumber gambar, epa
Lembaga mahasiswa mengatakan mereka menumpang tiga bus setempat, namun menurut polisi para mahasiswa membajak bus-bus itu.
Beberapa waktu kemudian, sejumlah orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah tiga bis, yang salah satunya bis yang mengangkut sebuah tim sepakbola yang mungkin dikira mengangkut para mahasiswa itu.
Enam orang tewas: tiga mahasiswa, seorang pemain sepakbola, pengemudi salah satu bis, dan seorang perempuan di dalam taksi sekitar bis. Puluhan lain terluka.
Polisi kota yang mengejar para mahasiswa diyakini sebagai pelaku penembakan.
Dua puluh dua petugas telah ditahan untuk kasus itu.
Seorang mahasiswa yang selamat mengatakan ia melihat polisi mengangkut teman-temannya.
Walikota juga hilang
Menyusul kejadian 26 September itu, lebih dari 50 mahasiswa dilaporkan hilang. Pada 30 September, 13 di antaranya dilaporkan sudah pulang ke rumah.
Hingga saat ini, yang masih dinyatakan hilang sejumlah 43 mahasiswa.
Walikota Iguala dan isterinya, juga hilang sejak kejadian itu.
Pada 4 Oktober, jaksa Meksiko mengumumkan telah menemukan enam kuburan masal yang berisi setidaknya 28 jenazah, tak jauh dari lokasi hilangnya mahasiswa-mahasiswa itu.

Sumber gambar, AFP
Jenazah-jenazah itu dalam keadaan hangus, tak bisa didentifikasi langsung, dan membutuhkan beberapa pekan untuk memperoleh hasil uji DNA.
Beberapa waktu lalu, Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, menyatakan <link type="page"><caption> tekad pemerintah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141006_meksiko_presiden" platform="highweb"/></link> untuk membongkar kasus ini, menemukan apra mahasiswa yang hilang, dan menghukum para pelakunya.









