Tekad Meksiko membongkar kasus mahasiswa hilang

Sumber gambar, AFP
Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, bertekad untuk mengidentifikasi dan menghukum orang-orang yang bertanggung jawab atas hilangnya 43 mahasiswa.
"Insiden itu tidak diragukan lalu mengejutkan, menyakitkan dan tidak bisa diterima," katanya dalam pidato di Istana Nasional di ibukota Meksiko City yang disiarkan TV nasional.
Para mahasiswa itu hilang setelah bentrok dengan polisi dalam unjuk rasa akhir September, di Iguala, negara bagian Guerrero.
Sejumlah saksi mata mengatakan mahasiswa dari akademi guru di Ayotzinapa tersebut -yang terkenal radikal- dibawa polisi pada Jumat (26/09) September setelah bus yang membawa mereka pulang ditembaki.
Kamis (02/10) pekan lalu, sebuah kuburan massal ditemukan di pinggiran kota Iguala dan tim ahli forensik sedang berupaya mengidentifikasi jenazah tersebut.
Pihak berwenang mengatakan diperlukan waktu dua minggu untuk memastikan apakah 28 jenazah itu merupakan sebagian dari mahasiswa yang hilang atau tidak.

Sumber gambar, AP
Sebanyak 22 polisi sudah ditangkap terkait dengan hilangnya para mahasiswa itu.
Sementara dua kelompok pembunuh bayaran mengaku sudah membunuh 17 dari 43 mahasiswa namun para orang tua siswa meragukan keterangan itu dan berpendapat anak-anak mereka masih hidup.
Presiden Pena Nieto sudah memerintahkan kabinetnya untuk membantu penyelidikan.
"Masyarakat Meksiko dan keluarga dari kaum muda yang hilang berhak untuk menuntut insiden itu dituntaskan dan keadilan ditegakkan."









