Skotlandia pisah, risiko PHK mengintai

Mantan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, menyerukan kepada pemimpin kampanye kemerdekaan Skotlandia, Alex Salmond, untuk menghadapi kenyataan tentang risiko-risiko memisahkan diri dari Inggris.
Brown, yang juga orang Skotlandia, mengatakan dalam rapat umum di Skotlandia bahwa Salmond tidak dapat menafikkan semua peringatan bank dan perusahaan mengenai kenaikan harga dan pemutusan hubungan kerja.
"Sekarang, seperti yang telah Anda dengar, selama dua hari terakhir John Lewis keluar dan mengatakan harga-harga barang akan lebih tinggi di Skotlandia, perusahaan-perusahaan minyak, BP, Shell, mengatakan investasi di Skotlandia akan dikurangi," kata Brown pada Kamis (11/09).
Sejumlah bank juga telah menyiapkan rencana darurat bila Skotlandia memisahkan diri dari Inggris dalam<link type="page"><caption> referendum</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/09/140903_galeri_skotlandia.shtml" platform="highweb"/></link> pada 18 September 2014.
Salmond, Menteri Besar Skotlandia, menuntut penyelidikan resmi mengenai bocornya keputusan salah satu bank terbesar Inggris, Royal Bank of Scotland (RBS), untuk memindahkan markasnya ke London bila Skotlandia memilih merdeka.
Ia menuding Kementerian Keuangan membocorkan data pasar yang sensitif sebelum RBS resmi mengumumkan rencana relokasi.





