Referendum Skotlandia 'masih samar-samar'
Menjelang diselenggarakannya referendum tanggal 18 September untuk menentukan kemungkinan Skotlandia ke luar dari Inggris Raya untuk menjadi sebuah negara independen, wilayah-wilayah lain di Inggris Raya mulai mengungkapkan pendapat mereka.
Sejumlah orang ingin agar Skotlandia tetap menjadi bagian Inggris Raya, tapi yang lainnya berpendapat Skotlandia harus memilih untuk berdiri sendiri.
Stuart McAnulla, dosen Politik Inggris di University of Leeds mengatakan dengan mendekatnya waktu referendum makin banyak perdebatan dan pendapat dari para politisi dan selebriti di wilayah lain di Inggris Raya, terutama mengenai isu-isu yang akan berdampak ke seluruh bagian Inggris Raya.

Sumber gambar, Getty
Usul Menteri Pertama Skotlandia Alex Salmond tentang penggabungan mata uang jika Skotlandia menjadi negara independen, misalnya, kata McAnulla akan berdampak langsung pada Inggris, Wales dan Irlandia Utara.
Tahu secara samar-samar
Namun, McAnulla juga menambahkan bahwa banyak orang di Inggris hanya tahu secara samar-samar saja tentang hal-hal yang dipermasalahkan di Skotlandia.
Pandangannya ini didukung oleh ketua wartawan politik tabloid The Sun, Kevin Schofield, yang mengatakan banyak orang tidak tahu mengenai efek ramifikasi penuh jika Skotlandia memberi suara untuk menjadi negara independen.
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan badan riset YouGov pada bulan Agustus di Inggris dan Wales menemukan bahwa 18% responden menyatakan mendukung kemerdekaan Skotlandia, sementara 59% menyatakan tidak setuju dan 23% menyatakan tidak tahu.
Di Skotlandia sendiri jajak pendapat secara konsisten menemukan bahwa suara menolak Skotlandia merdeka masih tetap lebih unggul.
McAnulla percaya bahwa ini artinya referendum masih tidak menarik perhatian terlalu banyak orang karena jika benar-benar Inggris Raya akan pecah belah sudah pasti akan lebih banyak orang akan tertarik pada referendum ini.
Masih mendua
Rebecca Rumbul dari Wales Governance Centre di Universitas Cardiff mengatakan orang-orang masih "agak mendua" tentang referendum.
Bagi orang Welsh, hubungan dengan Inggris merupakan topik yang lebih hangat dan banyak yang merasa tidak khawatir tentang apa yang terjadi di Skotlandia.









