Bisnis di kamp pengungsi Yordania

zaatari

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Pengungsi membuka toko potong rambut, penyewaaan pernak-pernik pernikahan dan kios sayuran.

Ratusan orang membuka toko di kamp Zaatari, fasilitas terbesar bagi pengungsi Suriah di Yordania.

Meskipun seperti perkampungan kumuh, kamp ini berisi toko potong rambut, penyewaaan pernak-pernik pernikahan, kios sayuran dan bahkan agen perjalanan dan layanan pengiriman pizza.

Salah satunya adalah Mohamed Harib yang tidak membiarkan keterbatasannya karena harus bergerak dengan kursi roda, menghambat bisnisnya.

"Saya membuka toko untuk mencoba menafkahi keluarga karena kami berdelapan," kata Harib di toko kecil tempatnya berjualan telepon genggam.

Warga Suriah yang berjiwa wirawastawan seperti Harib membantu perubahan pada kamp yang didiami 85.000 orang menjadi kota ke lima terbesar di Yordania.

Usaha ini juga memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka, lapor wartawan BBC Dave Gavlak.

"Sewaktu masih di <link type="page"><caption> Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140626_obama_suriah.shtml" platform="highweb"/></link>, saya memiliki sebuah mobil dan rumah yang indah. Kami terbiasa mendapatkan penghasilan dalam jumlah tertentu," kata Harib.

"Di sini berbeda. Saya tinggal di karavan dan toko saya juga di dalamnya. Kami memerlukan uang agar dapat bertahan hidup."

Pejabat PBB yang mengurus Zaatari, Kilian Kleinschmidt, memandang latar belakang para pengungsi sebagai "pedagang dan penyelundup tradisional" membuat kamp menjadi kota tidak resmi hanya dalam waktu dua tahun.