Polusi ganggu denyut jantung

Polusi

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Polusi udara sangat berbahaya bagi orangtua

Polusi udara terkait dengan peningkatan risiko denyut jantung yang tidak teratur dan pembekuan darah di paru-paru, ungkap sebuah penelitian.

Namun dampak polusi udara terhadap risiko serangan jantung dan stroke kurang jelas, kata para ahli Inggris.

Analisa data dari Inggris dan Wales menunjukkan <link type="page"><caption> polusi udara sangat berbahaya</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/03/140325_iptek_polusi.shtml" platform="highweb"/></link> terutama pada orangtua.

Dibutuhkan penelitian lebih lanjut terhadap polusi dan kesehatan jantung, kata yayasan jantung Inggris.

Sebuah tim di London School of Hygiene & Tropical Medicine menganalisa data yang dikumpulkan di Inggris dan Wales antara 2003 dan 2009 tentang hubungan antara masalah jantung dan polusi udara jangka pendek.

Mereka menemukan polusi udara jangka pendek berhubungan dengan aritmia (irama jantung abnormal) dan pembekuan darah di paru-paru.

Hubungan terkuat ada pada orang berusia di atas 75 tahun dan pada wanita, kata peneliti utama Dr Ai Milojevic kepada BBC.

"Penelitian kami menemukan beberapa bukti dari efek polusi udara terhadap detak jantung yang abnormal (aritmia) tetapi tidak ada bukti yang jelas tentang serangan jantung dan stroke yang sering dikaitkan dengan proses pembekuan darah," katanya.