Polusi 'kiriman' dari Gurun Sahara

Sumber gambar, AP
- Penulis, Endang Nurdin
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Dalam beberapa hari terakhir, polusi udara di sebagian wilayah Inggris, termasuk London mencapai tingkat paling tinggi.
Tingginya polusi udara ini antara lain ditandai dengan meningkatnya panggilan darurat ambulans lebih dari 200 kali terkait dengan pasien yang mengalami kesulitan bernafas, terutama bagi penderita asma.
Buruknya polusi udara -yang ditandai dengan kabut asap yang menyelimuti London- juga bahkan menyebabkan dibatalkannya pertemuan pagi Perdana Menteri David Cameron hari Kamis (03/04).
Banyak turis yang juga dilaporkan agak frustrasi karena tidak bisa melihat dengan jelas menara Big Ben, menara di Gedung Parlemen Westminster, yang tertutup kabut asap.
Sejauh ini, saya sendiri tidak merasakan perbedaan kualitas udara ini.
Langit mendung atau keadaan berkabut sudah biasa menyelimuti langit Inggris.
Saya jadi bertanya ke sejumlah teman, apakah juga ikut merasakan perbedaan udara di London ini.
Sebagian besar mengatakan tidak ada perbedaan namun ada yang bilang mata jadi berair akibat polusi yang tak biasa ini.
'Tersapu angin'
Menurut Departemen Lingkungan Hidup, Pangan dan Daerah Pedesaan (Defra) pada waktu-waktu tertentu, polusi di Inggris memang mencapai tingkat tertinggi beberapa kali dalam satu tahun.
Tetapi yang membuat berbeda polusi udara yang terjadi saat ini adalah kombinasi cuaca, emisi kendaraan, dan polusi dari Eropa yang tersapu angin dan juga abu dari Gurun Sahara.

Sumber gambar, BBC World Service
Polusi yang terjadi saat ini juga secara kasat mata terlihat, antara lain dengan debu gurun yang menutupi mobil-mobil di sejumlah tempat.
Lalu mengapa debu gurun bisa sampai ke London?
Biasanya, debu Gurun Sahara terbawa angin dan jatuh di negara-negara di Eropa selatan seperti Spanyol, Malta, dan Yunani.
Namun menurut para pakar, angin dari arah selatan dan timur Inggris membawa debu sampai sejauh ini, bersama polusi industri dari Eropa.
Dan kondisi cuaca yang stabil dan tidak berubah menyebabkan partikel-partikel polutan tidak hilang dari sejumlah kawasan di Inggris.
Polusi tercatat mencapai tingkatan maksimum 10, atau yang tertinggi menurut standar di Inggris.
Great Smog 1952
Tetapi debu gurun dan polusi industri dari Eropa ini hanya merupakan sebagian dari polusi udara secara keseluruhan.
Tingkat polusi udara di Inggris termasuk yang sering melewati ambang batas aman, khususnya untuk kandungan nitrogen dioksida.

Sumber gambar, BBC World Service
Uni Eropa mengumumkan bulan lalu akan mengambil langkah legal terhadap Inggris karena sering melampaui ambang batas ini.
Inggris memang tidak sendiri yang kesulitan dalam memenuhi target menekan polusi ini.
Secara keseluruhan, Uni Eropa mengambil langkah hukum terhadap 17 dari 28 negara anggota yang mengalami masalah polusi udara serius.
Inggris pernah mengalami kabut asap besar atau yang disebut Great Smog tahun 1952 yang mengakibatkan paling tidak 4.000 orang meninggal.
Menyusul bencana inilah, Akta Udara Bersih dikeluarkan empat tahun kemudian sebagai upaya menjaga kebersihan udara.
Sejak itu dan sampai saat ini, sejumlah langkah dilakukan untuk menjaga kebersihan udara, termasuk di antaranya menetapkan pembayaran untuk kendaraan yang masuk ke London.
Walaupun dituntut Uni Eropa, para pakar mengatakan udara Inggris dan sejumlah negara lain sedikit membaik dalam sepuluh tahun terakhir.
Dan pendapat para pakar itu agaknya terbukti karena tidak banyak warga biasa yang mengalami gangguan akibat polusi udara kali ini.









