Pria Inggris juara lomba lari di Korut

Will Marks
Keterangan gambar, Will Marks mengetahui lomba di Korea Utara dari klub larinya di Shanghai, Cina.

Seorang pria asal Stafford, Inggris tengah, mengatakan dia menjadi juara dalam kejuaraan separuh maraton di Korea Utara yang pertama kali terbuka untuk warga asing.

Will Marks, yang kini tinggal di Cina, menyelesaikan separuh maraton -yang jaraknya hanya setengah dari maraton penuh- dalam waktu satu jam 23 menit.

Dia mendapat medali kemenangan di stadion yang paling besar di negara itu disaksikan 70.000 penonton yang bersorak sorai.

Marks mengatakan pengalaman itu seperti 'tidak nyata' dan merasa seperti meraih medali Olimpiade.

Dia mendengar tentang kejuaraan separuh maraton yang terbuka untuk orang asing lewat klub larinya di Shanghai dan memutuskan untuk ikut.

"Saya baru memasuki 30 tahun dan saya bersemangat untuk menjalani sebanyak mungkin pengalaman baru yang saya bisa lakukan," jelasnya.

"Mahal untuk perjalanan ke sana namun saya pikir bernilai."

Pemeriksaan resmi

Mark berada di Korea Utara selama tiga malam untuk bisa ikut lomba pada hari Minggunya.

Terdapat sekitar 150 peserta yang merupakan warga asing dan mereka tidak diperkenankan berkeliling tanpa dikawal.

Menurutnya pakaian para peserta -lokal dan asing- harus diperiksa lebih dulu oleh para petugas dan ada yang harus mengganti pakaian karena logo yang terlalu besar.

"Satu orang harus ikut lomba dengan mengenakan jins," tambahnya.

Will Marks
Keterangan gambar, Upacara pemberian medali disaksikan oleh 70.000 orang di Stadion Kim Il Sung.

Lintasan separuh maraton itu antara lain melewati beberapa monumen di ibukota Pyongyang dan berakhir di Stadion Kim Il Sung.