Michael Jackson tak dikenal di Korea Utara

korea utara
Keterangan gambar, Para mahasiswa diharuskan senam sebelum makan siang

Mahasiswa-mahasiswa di satu-satunya universitas elit di Korea Utara mulai diperkenalkan dengan Barat, meski tetap disensor ketat.

Program Panorama BBC yang berkesempatan mengunjungi <link type="page"><caption> Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/02/140203_pendidikan_korut.shtml" platform="highweb"/></link> mengatakan universitas ini didanai oleh donasi dari Barat serta Korea Selatan.

Semua mata kuliah dibawakan dalam bahasa Inggris dan para pengajarnya pun datang dari negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat.

"Saya yakin pemerintah Korea Utara menyadari mereka harus berhubungan dengan dunia luar," kata salah seorang dosen Collin McCulloch.

Para pengajar asing menghadapi pelajar yang seumur hidupnya dicekoki propaganda dan terisolir dari dunia luar.

Mahasiswa-mahasiswa ini dipilih ketat dan merupakan anak-anak lelaki dari para pejabat negeri itu.

Mereka mengatakan mereka menyukai grup penyanyi perempuan Korea Utara Moranbong Music Band, salah satu alat propaganda Kim Jong-un.

Meski mereka bisa saja mengetahui tentang Michael dari internet tapi internet di kampus ini tetap disensor ketat.

Tidak boleh ada email, media sosial atau berita internasional.

Di Korea Utara, yang diizinkan adalah ketaatan kepada sang pemimpin tertinggi dan puja puji kepada segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea Utara.

Tapi apakah para mahasiswa tertarik dengan perubahan? Bahkan dalam pembicaraan yang diawasi dengan ketat, mereka mengatakan kepada BBC sangat ingin berhubungan dengan dunia luar.

"Kami mempelajari bahasa asing karena bahasa asing adalah mata para ilmuan," kata seorang mahasiswa.

"Dan belajar bahasa adalah belajar budaya. Saya ingin menimba ilmu lebih banyak."