Museum Inggris dapat benda seni Cina

Museum Ashmolean
Keterangan gambar, Karya Wu Guanzhong berjudul Wuxu dan Danau Tai (1973) turut dikoleksi Sullivan.

Museum Ashmolean di Oxford, Inggris, mengumumkan menerima hibah ratusan koleksi seni modern Cina dari seorang pakar seni modern Cina, Professor Michael Sullivan.

Profesor Sullivan meninggal dunia September lalu dan kemudian lebih dari 400 koleksinya dihibahkan pada museum yang beruntung itu.

Di antara karya-karya seni yang dimilikinya adalah benda-benda buatan akhir abad 20 serta karya artis Cina kontemporer yang jarang dilihat publik.

Karya-karya ini akan dipamerkan di Museum Ashmolean dalam satu galeri yang khusus dipersembahkan pada Sullivan serta istrinya, Khoan.

Museum Ashmolean
Keterangan gambar, Wajah Michael Sullivan sebagaimana dilukis oleh seorang pelukis Cina, Qu Leilei.

Sebagian dari lukisan yang dihibahkan ini sudah dipinjamkan pada museum tersebut sejak tahun 2000.

Pasangan Sullivan dan Khoan mengoleksi lukisan dan macam-macam karya seni tersebut karena sering bepergian ke Cina sejak tahun 1940an.

Banyak di antaranya didapat langsung dari tangan pembuatnya sebagai hadiah atas pertemanan mereka.

Istimewa

Di antara yang paling dianggap penting adalah lukisan karya Qi Baishi dan Zhang Daqian, yang meninggal dunia pada pertengahan abad 20, serta karya yang lebih muda, termasuk lukisan pemandangan Landscript karya Xu Bing, yang dibuat tahun 2002.

Sullivan pensiun dari Oxford tahun 1985 setelah berkarier sebagai ilmuwan asing terkemuka dalam subyek seni Cina.

Ia terus menekuni bidang ini hingga menjelang kematiannya dan telah dikaruniai gelar pencapaian seumur hidup dari Museum Sahabat Amerika Shanghai, tahun 2012.

Selain bernilai komersial tinggi, karya-karya yang dihibahkan ini juga dianggap istimewa karena dilengkapi dengan korespondensi lengkap antara Sullivan dengan artis pembuatnya.

Kurator koleksi benda seni ini, Dr Shelagh Vainker, mengatakan Sullivan menyimpan koleksinya dari berbagai gaya.

Museum Ashmolean
Keterangan gambar, Karya tinta Cina, dari pelukis Huang Binhong berjudul Menunggu Ferry di Sichuan.

"Sudah sepaket komplit, bukan cuma koleksi yang unggul di (dunia) Barat, tetapi juga merupakan kekayaan yang unik untuk semua kajian (tentang karya seni itu)," kata Vainker.