Penterjemah saat misa Mandela alami skizofrenia

Penterjemah bahasa isyarat
Keterangan gambar, Jantijie (kanan) menyatakan ia mendegar 'suara-suara di kepalanya".

Penterjemah bahasa isyarat selama misa Nelson Mandela yang dituduh gadungan, menyatakan ia mengalami gangguan skizofrenia.

Thamsanqa Jantijie, 34, mengatakan kepada media Afrika Selatan bahwa ia "mulai mendengar suara-suara" dan juga halusinasi.

Para penderita tunarungu saat kebaktian untuk pemakaman mantan pemimpin Afrika Selatan itu mengeluh ia gadungan karena menggunakan <link type="page"><caption> bahasa isyarat yang kacau</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/12/131211_bahasaisyarat_mandela.shtml" platform="highweb"/></link>.

<link type="page"><caption> Mandela meninggal Kamis lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/mandela.shtml" platform="highweb"/></link> pada usia 95 tahun.

Jenazahnya disemayamkan secara kenegaraan menjelang pemakaman pada hari Minggu.

Thamsanqa Jantjie mengatakan ia bekerja untuk perusahaan penterjemah SA dan ia adalah karyawan senior.

Minta maaf tapi puas

Selama kebaktian itu, ia berdiri di panggung di samping sejumlah tokoh yang menyampaikan penghargaan untuk Mandela termasuk Presiden Barack Obama dan cucu Mandela.

Apa yang ia terjemahkan melalu bahasa isyarat disaksikan jutaan orang di seluruh dunia.

Namun ia mengatakan, selama kebaktian itu ia kehilangan konsentrasi karena 'mendengar suara-suara di kepalanya".

"Tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya sendiri dalam kondisi yang sangat berbahaya," kata Jantjie kepada surat kabar Johannesburg, Star.

"Saya mencoba untuk mengendalikan diri saya dan tidak menunjukkan kepada dunia apa yang terjadi. Saya minta maaf," katanya.

Namun wawancara radio lain, ia mengatakan puas dengan penampilannya.

Sejumlah pihak menuduh partai yang berkuasa Kongres Nasional Afrika, ANC telah diperingatkan sebelumnya bahwa Jantjie adalah gadungan.