Tiga perempuan dibalik Nelson Mandela

Nelson Mandela memiliki banyak pengagum wanita karena daya tariknya.
Penulis biografi Mandela, Anthony Sampson pernah mengatakan ia bangga bisa menarik perhatian wanita.
Ia memiliki tiga istri yang dalam lebih enam puluh tahun perjalanan hidupnya memiliki peranan masing-masing dalam mendampingi Mandela selama karirnya.
Evelyn Mase
Nelson Mandela menikah dengan Evelyn Mase, sepupu guru politiknya Walter Sisulu, tiga tahun setelah tiba di Johannesburg untuk menghindari kawin paksa di daerah asalnya propinsi Cape.
Ia berusia 26 saat itu dan istrinya 22 tahun.
Mereka menikah selama 13 tahun. Selama pernikahan itu, gaji Mase sebagai perawat merupakan penopang hidup sementara Mandela meneruskan kuliah di fakultas hukum.
Mereka memiliki empat anak. Kematian anak kedua saat berusia sembilan bulan mempengaruhi Evelyn, yang menjadi semakin menekuni agama sementara Mandela semakin politis.
Winnie Madikizela
Percintaaan Mandela dengan Winnie tumbuh selama pengadilan dengan dakwaan pengkhianatan.
Winnie adalah pekerja sosial, dan 16 tahun lebih muda dibandingkan Mandela.

Dalam memoar tahun 1984, Part of My Soul Went with Him, Winnie mengatakan Mandela tidak pernah melamar.
"Satu hari Nelson menarik saya dan mengatakan ada penjahit, dan coba kamu kesana dan dia tengah membaut baju pengantin," tulisnya.
Mereka memiliki dua anak Zenani - yang saat ini duta besar untuk Argentina serta Zindzi.
Pasangan ini berpisah sebelum Mandela menjadi presiden di tengah perbedaan pandangan politik dan laporan bahwa ia menyeleweng.
Graca Machel
Graca mengetahui bahwa ia akan menikah dengan gerakan pembebasan saat ia menikah dengan Mandela di akhir masa kepresidenannya.

Ia dalah janda pemimpin kemerdekaan Mozambik dan presiden Samora Machel yang meninggal dalam kecelakaan pesawat tahun 1986 - kecelakaan yang diduga didalangi rezim apartheid Afrika Selatan.
Namun tuduhan ini masih terus diselidiki.









