Paul McCartney surati Putin

Greenpeace
Keterangan gambar, Para pemrotes yang ditahan berasal dari 18 negara yang berbeda

Eks personil Beatles Sir Paul McCartney menulis surat kepada Vladimir Putin agar membebaskan sejumlah anggota kelompok yang dikenal dengan sebutan Arctic 30.

Dalam surat kepada Presiden Rusia, dia mengekspresikan harapan agar 28 orang pemrotes dan dua wartawan dapat kembali ke rumah sebelum natal.

Mereka ditahan dalam <link type="page"><caption> demonstrasi Greenpeace</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131009_rusia_greenpeace.shtml" platform="highweb"/></link> menentang pengeboran minyak di laut Artik Rusia delapan pekan lalu.

Kelompok - yang termasuk enam warga Inggris - didakwa membuat keonaran.

Dalam suratnya, Sir Paul, yang menerima panduan wisata pribadi dari Putin satu dekade yang lalu, menyebut Presiden Rusia sebagai "Vladimir".

"Jutaan orang di belasan negara akan sangat berterimakasih jika jika anda untuk campur tangan untuk mengakhiri masalah ini," kata dia.

"Saya tentu mengerti bahwa pengadilan Rusia dan presiden Rusia terpisah. Meski begitu saya ingin mengetahui jika anda dapat menggunakan apapun pengaruh yang anda miliki untuk mengumpulkan para tahanan dengan keluarganya?"

Dihormati

McCartney mengunggah surat tersebut di situs pribadinya, penyanyi itu mengatakan Putin belum membalasnya tetapi duta besar Rusia untuk Inggris mengatakan kepadanya bahwa keadaan para tahanan "tidak tepat seperti yang ditampilkan di media dunia".

Greenpeace mengatakan ada lima detensi di St Petersburg dan para tahanan dipisahkan satu sama lain.

<link type="page"><caption> Organisasi nirlaba ini</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131003_rusia_greenpeace.shtml" platform="highweb"/></link> mengatakan dakwaan perompakan terhadap kelompok tersebut belum secara resmi dibatalkan, meskipun ada laporan yang berbeda mengenai hal itu.

Warga Inggris yang ditahan adalah wartawan Kieron Bryan dari London, aktivis Philip Ball dari Oxfordshire dan Anthony Perrett dari Newport di Wales selatan, koordinator logistik Frank Hewetson dari London, communications officer Alexandra Harris dari Devon, dan ahli mesin Iain Rogers dari Exeter.

Mereka ditahan ketika petugas keamanan Rusia menyerang kapal menyusul demonstrasi yang dilakukan kelompok tersebut.

Direktur eksekutif Greenpeace International Kumi Naidoo mengatakan:"Sir Paul sangat dihormati di Rusia, dan kami berharap suratnya akan membawa hari kebebasan ketika tiga puluh orang laki-laki dan perempuan kembali ke keluarga mereka."