Ibu menyusui dapat kupon belanja

Ibu yang baru melahirkan ditawari kupon belanja sebesar £200 (Rp 3,6 juta) untuk mendorong mereka agar memberikan ASI.
Skema percobaan ini menyasar ibu-ibu di kawasan kumuh South Yorkshire dan Derbyshire.
Program ini dibiayai melalui kerja sama pemerintah dan sektor riset medis.
Rencana awal meliputi 130 perempuan yang melahirkan bayi mulai November hingga Maret tahun depan.
Jika terbukti sukses, skema percobaan berskala nasional akan diluncurkan tahun depan.
Penggunaan insentif finansial bukan hal baru di Layanan Kesehatan Inggris (NHS).
Skema ini pernah digunakan sebelumnya untuk mendorong orang berhenti merokok dan menurunkan berat badan.
Budaya
Tapi ini adalah pertama kalinya skema berbayar digunakan untuk kepentingan pemberian ASI.
Dengan skema ini, ibu-ibu dari Sheffield dan Chesterfield akan ditawari kupon yang dapat mereka gunakan di pasar swalayan dan butik-butik besar.
Wilayah-wilayah itu dipilih karena tingkat menyusui yang sangat rendah.
Rata-rata hanya satu dari empat ibu yang menyusui dalam periode enam hingga delapan minggu.
Jauh dibawah angka rata-rata nasional 55%.
Dr Clare Relton, pakar dari Universitas Sheffield yang memimpin proyek ini, mengatakan ia berharap insentif finansial dapat menciptakan budaya dimana menyusui akan dipandang sebagai sebuah norma.
"Ini adalah cara untuk memperkenalkan nilai menyusui kepada bayi, ibu dan masyarakat," kata dia.
Tapi Janet Fyle dari Royal College of Midwives, mempertanyakan inisiatif itu.
"Menyusui tidak boleh didasari motivasi keuangan. Hal itu harus sesuatu yang diinginkan oleh si ibu demi kesehatan bayinya."









