Kuliah di Inggris 'tidak sesuai' dengan biaya

Satu di antara tiga mahasiswa tahun pertama di universitas Inggris berpendapat kuliah mereka tidak sesuai dengan uang yang dikeluarkan, kata hasil survei.
Para peneliti dari kelompok Which? dan Institut Kebijakan Pendidikan menemukan bahwa dari 29% dari 17.000 mahasiswa yang disurvei tahun ini mengatakan mata kuliah mereka tidak sesuai dengan uang yang dibayar.
Mahasiswa yang tidak banyak memiliki waktu berhadapan langsung dengan dosen dalam bentuk kuliah, seminar atau tutorial kemungkinan tiga kali lebih besar untuk mengatakan bahwa kuliah mereka tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.
Menurut Jenni Allen dari Which?, mahasiswa tidak puas karena waktu yang diluangkan staf pengajar kurang mencukupi.
Jumlah mahasiswa yang mengatakan tidak puas dengan kuliah mereka sejak sejak diberlakukan kenaikan sumbangan pendidikan maksimum £9.000 mulai tahun akademi 2012 lebih tinggi dibanding hasil penelitian serupa pada 2006.
Kualitas
Pada 2006 sumbangan pendidikan £1.000 per tahun atau sekitar Rp14,5 juta. Jumlah mahasiswa yang merasa tidak puas hanya 16%.
Sekitar 65% mahasiswa yang disurvei tahun ini mengatakan mereka banyak memetik manfaat bila belajar berkelompok kecil maksimum lima orang.
Pemimpin organisasi Universities UK Campaign Nicola Dandridge berpendapat perguruan tinggi harus dinilai dari segi hasil bukan waktu yang diluangkan.
"Anda tidak bisa mengukur kualitas hanya dengan melihat waktu dan saya pikir yang terpenting adalah kualitas apa yang didapat mahasiswa ketika mereka pergi ke perguruan tinggi," katanya.
Sebelumnya diberitakan jumlah <link type="page"><caption> mahasiswa yang menempuh kuliah paruh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/03/130314_pendidikan_inggris_mahasiswa_kuliah_paruhwaktu.shtml" platform="highweb"/></link> waktu di Inggris mengalami penurunan tajam di tengah resesi dan kenaikan sumbangan pembinaan pendidikan.









