Penjahat keruk US$90 miliar di Asia Pasifik

PBB mengatakan kelompok-kelompok penjahat terorganisasi yang berbisnis barang-barang tiruan, narkoba, perdagangan manusia dan perdagangan hewan terlarang mengeruk keuntungan hampir US$90 miliar per tahun di Asia dan Pasifik.
Seorang pejabat Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mengatakan data tersebut mengungkap mekanisme perdagangan gelap.
"Laporan mengkaji bagaimana usaha penjahat berkembang bersama-sama perdagangan sah dan memanfaatkan jaringan distribusi dan logistik," kata Wakil Direktur Eksekutif UNODC, Sandeep Chawla di Sydney.
Dalam laporannya yang diterbitkan Selasa (16/04) PBB menyebutkan sumber uang terbesar bagi kelompok-kelompok penjahat adalah perdagangan barang tiruan sebesar US$24,4 miliar.
Selain itu terdapat perdagangan produk kayu ilegal sebesar US$17 miliar, heroin US$16,3 miliar dan shabu-shabu sebesar US$15 miliar.
Penyelundupan imigran dan perdagangan perempuan serta anak-anak untuk prostitusi juga mendatangkan keuntungan besar bagi kelompok-kelompok kejahatan transnasional.
Perdagangan obat palsu diperkirakan menghasilkan keuntungan sebesar US$5 miliar per tahun. Perdagangan hewan terlarang juga mendatangkan keuntungan besar.
Adapun perdagangan komponen elektronik bekas di pasar gelap menghasilkan keuntungan sekitar US$3,75 miliar.









