Ayah Malala mendapat pekerjaan di Inggris

Ayah dari anak perempuan Pakistan yang ditembak oleh Taliban, Malala Yousafzai, mendapat pekerjaan di Birmingham.
Pemerintah <link type="page"> <caption> Pakistan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pakistan/" platform="highweb"/> </link> menugaskan Ziaududdin Yousafzai sebagai atase <link type="page"> <caption> pendidikan</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pendidikan/" platform="highweb"/> </link> di Konsulat Jenderal Pakistan di kota itu, <link type="page"> <caption> tempat Malala</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/10/121016_pakistanigirl.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> selama ini dirawat</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/10/121016_pakistanigirl.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Presiden Asif Ali Zardari sudah membesuk Malala pada pekan pertama Desember dan bertemu dengan Ziaududdin Yousafzai.
Dalam pertemuan itu Presiden Zardari juga memberi jaminan pemerintah akan menanggung semua biaya pengobatan Malala dan kebutuhan keluarga mereka sehari-hari selama mereka tinggal di Inggris.
Ayah Malala akan menduduki jabatan atase pendidikan untuk kontrak tiga tahun dengan kemungkinan perpanjangan untuk dua tahun lagi.
Malala yang berusia 15 tahun <link type="page"> <caption> ditembak di bagian kepala</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/10/121009_pegiat_remaja_pakistan.shtml" platform="highweb"/> </link> ketika dalam perjalanan ke sekolah di Lembah Swat pada 9 Oktober 2012.
Taliban mengatakan serangan itu sebagai hukuman bagi Malala yang berkampanye untuk pendidikan kaum perempuan, yang menurut Taliban mendorong sekularisme.
Puluhan ribu orang sudah menandatangani petisi menyerukan agar Malala dianugerahi Nobel Perdamaian.









