Israel bangun universitas di Tepi Barat

Permukiman Yahudi di Tepi Barat
Keterangan gambar, Terdapat sekitar 19.000 pemukim Yahudi di Ariel, Tepi Barat.

Israel menaikkan status satu perguruan tinggi di Tepi Barat menjadi universitas, yang diperkirakan akan memicu kecaman internasional.

Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, mengatakan kenaikan status diberikan setelah pemerintah melakukan kajian.

Tahap selanjutnya, kata Barak, militer Israel di Tepi Barat memberikan status universitas kepada perguruan tinggi tersebut.

"Kenaikan status ini adalah perkembangan yang menggembirakan," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam satu pernyataan tertulis.

Keputusan ini menandai kemenangan bagi para pemukim Yahudi yang berharap berdirinya universitas akan menambah legitimasi keberadaan mereka di Tepi Barat.

Israel menguasai Tepi Barat setelah perang di Timur Tengah pada 1967.

'Ganggu perdamaian'

Palestina menganggap Tepi Barat sebagai bagian dari negara Palestina. Sebagian besar masyarakat internasional menilai pembangunan permukiman di Tepi Barat oleh Israel tidak sah dan mengganggu perundingan damai Israel-Palestina.

Tidak semua pihak di Israel setuju dengan pendirian universitas di Tepi Barat.

Dewan perguruan tinggi Israel pernah mengatakan bahwa mereka menentang pendirian universitas ini dengan alasan akademis.

Mereka mengatakan tidak layak mendirikan univeristas dengan fasilitas apa adanya.

Di Ariel, Tepi Barat, saat ini terdapat sekitar 19.000 pemukim Yahudi. Perguruan tinggi yang akan menjadi universitas di daerah ini memiliki 12.500 mahasiswa.

Universitas ini nantinya terbuka untuk warga Israel, termasuk warga Arab, namun tertutup untuk warga Palestina.