Mike Tyson diancam, Twitter dipanggil ke pengadilan

Sumber gambar, BBC World Service
Polisi New York memanggil Twitter ke pengadilan untuk memaksa media sosial itu membuka identitas pengguna yang mengancam akan menembaki pertunjukan Mike Tyson di Broadway.
Perusahaan itu sejak awal menolak permohonan polisi setelah aparat mengetahui bahwa satu pengguna kerap menulis ancaman-ancaman yang merujuk pada penembakan massal yang terjadi baru-baru ini.
Pertunjukan Tyson, Undisputed Truth, dibuka Kamis pekan lalu, dan polisi telah meningkatkan keamanan di gedung pertunjukan.
Pengguna tersebut juga mengancam sejumlah pesohor lainnya, seperti dilaporkan ABC News.
Twitter memenuhi panggilan sidang tersebut, kata Kepolisian New York Selasa malam.
Sejak akhir Juli hingga awal Agustus, orang yang tidak diindetifikasi itu mengirim sejumlah tweet menjelaskan rencana serangan ke gedung pertunjukan "langkah demi langkah."
"Yo saya serius orang-orang akan mati seperti di Aurora," kata si pengguna dalam salah satu kicauannya.
Dua belas orang meninggal dunia dan 58 luka luka pada 20 Juli ketika seorang lelaki melepaskan tembakan di dalam bioskop pada pertunjukan perdana film Batman di Aurora, Colorado.
Dalam kicauan berikutnya, si pengguna menjawab pertanyaan seseorang, yang mengatakan ia akan bertindak terhadap ancaman itu,"Saya di Florida sekarang tetapi hal itu akan terjadi saya berjanji, saya hanya menyelesaikan daftar target saya."
Twitter awalnya memberitahu NYPD melalui email bahwa akun dan tweet didalamnya, "Tampaknya tidak masuk dalam kategori parameter ketat," yang artinya tidak cukup alasan untuk menutup akun tersebut.
Prinsip perusahaan itu menyerukan mereka harus "yakin bahwa ada situasi darurat melibatkan kematian atau luka fisik serius terhadap seseorang" sebelum memberi informasi pada aparat.
"Mereka mengatakan....tidak ada ancaman berarti," kata juru bicara polisi Paul Browne, Selasa. "Kami merasa penilaian kami sebagai polisi harus mengalahkan penilaian itu."









