Kepala asrama India ditangkap karena 'kasus mengompol'

Sumber gambar, aser
Polisi di India menahan kepala asrama sekolah yang dituduh memaksa seorang siswi minum air kencingnya sebagai hukuman karena mengompol.
Orang tua siswi mengajukan keluhan dan menuduh kepala asrama sekolah Patha Bhavan "memaksa anak perempuan itu minum air kencing perasaan dari seprei tempat tidur."
Tetapi orang tua siswi itu justru ditangkap karena "masuk tanpa izin" ke sekolah itu.
Yayasan pendidikan yang mengelola sekolah telah memulai penyelidikan. Namun kepala asrama itu belum memberi komentar.
Sekolah Patha Bhavan, di kota Santiniketan di negara bagian Benggala Barat, dikelola oleh universitas Viswa Bharati, yang dididirikan oleh penyair yang memenangkan hadiah Nobel, Rabindranath Tagore.
Seorang juru bicara universitas mengatakan mereka mendapatkan surat keluhan dari orang tua siswi dan membentuk komisi beranggotakan empat orang untuk menyelidiki kasus itu.
Siswi itu dilaporkan kelas lima SD dan berusia 10 tahun.
Sedang sakit
Insiden itu memicu kemarahan di seluruh India. Komisi hak anak juga meminta penjelasan dari sekolah.
"Bila benar, maka kepala asrama itu harus dipecat," kata ketua Komisi Nasional untuk Perlindungan Hak Anak, Shanta Sinha Senin (09/07).
"Mereka yang terlibat dalam pendidikan anak harus tahu cara menjaga diri," kata Sinha.
Nona Sinha mengatakan kantornya telah mengirim surat kepada sekolah untuk menuntut penjelasan dari insiden itu.
Menurut orang tua siswi, insiden terjadi Sabtu (07/07) malam dan putri mereka ngompol karena saat itu sedang sakit.
Dalam laporan kepada polisi, orang tua murid mengatakan kepala asrama memaksa anak mereka minum air kencingnya "sebagai tindakan untuk menghentikan kebiasaan buruknya."
Hukuman fisik dilarang di India namun kasus kekerasan fisik dilaporkan masih sering terjadi.









