Ulama minta Salman Rushdie dicekal

Salman Rushdie

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Salman Rushdie direncanakan akan menghadiri festival kesusasteraan di Jaipur.

Para ulama India meminta pemerintah melarang masuk penulis Inggris kelahiran India, Salman Rushdie, dengan alasan dia telah melukai perasaan umat Muslim.

Para ulama dari perguruan Islam terkenal Darul Uloom Deoband mengatakan Rushdie telah melukai perasaan warga Muslim dengan menerbitkan novel The Satanic Verses pada 1988 yang dianggap sebagai fitnah.

Seorang pejabat Darul Uloom Deoband menyerukan kepada pemerintah India untuk mencabut visa Rushdie dengan alasan bahwa "orang yang tulisan fitnahnya telah menyakiti perasaan warga Muslim di seluruh dunia tidak boleh menginjakkan kaki di wilayah India."

Salam Rushdie menegaskan dia tidak memerlukan izin untuk berkunjung ke India karena dia dilahirkan di negara itu.

Dia dijadwalkan menghadiri festival kesusasteraan di kota Jaipur akhir bulan ini.

Pernah ke India

"Kapan pun Rushdie datang kemari, kami selalu mengecamnya," kata Wakil Rektor Maulana Abdul Khaliq kepada kantor berita AFP.

"Orang-orang yang mengaguminya bisa keluar negeri untuk menemuinya."

Rushdie menghadapi fatwa hukuman mati yang dikeluarkan pada 1989 oleh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Pria kelahiran Mumbai pada 1947 itu dilaporkan telah berkunjung ke India puluhan kali selama 20 tahun terakhir.

Panitia penyelenggara festival kesusasteraan di Jaipur mengatakan Salman Rushdie telah menghadiri berbagai acara kesusasteraan di India tanpa insiden selama beberapa tahun ini.

Panitia menegaskan Rushdie sejauh ini tetap dijadwalkan berpidato di acara tersebut pada tanggal 20 dan 21 Januari.

"Di masyarakat yang plural seperti masyarakat kita, adalah penting bagi kita untuk terus membuka semua tempat bagi ekspresi sastra tanpa kekangan," kata panitia dalam pernyataannya.