Gedung pencakar langit dan krisis keuangan

Sumber gambar, BBC World Service
Pembangunan gedung pencakar langit terkait dengan terjadinya krisis keuangan, menurut bank Barclays Capital.
Contoh adanya "hubungan tidak sehat" menurut badan perbankan ini termasuk pembangunan Gedung Empire State di Amerika menjelang Depresi Besar dan gedung tertinggi saat ini, Burj Khalifa, dibangun sebelum Dubai hampir bangkrut.
Cina saat ini adalah negara yang membangun paling banyak gedung pencakar langit, menurut bank itu.
India juga tengah membangun 15 gedung tinggi.
"Gedung-gedung pencakar langit di dunia merupakan tren pembangunan gedung tinggi dan menunjukkan alokasi investasi yang salah," menurut analis Barclays Capital.
Bank itu juga mencatat gedung pencakar langit pertama di dunia, Equitable Life di New York, selesai dibangun tahun 1873 dan bersamaan dengan terjadinya resesi selama lima tahun.
Gedung itu dihancurkan pada tahun 1912.
Contoh lain yang diangkat adalah gedung Chicago's Wills Tower (yang sebelumnya disebut Sears Tower) tahun 1974 yang dibangun pada saat terjadinya guncangan harga minyak dunia.
Rumah termahal di India
Sementara di Malaysia, Menara Petronas dibangun tahun 1997 pada saat krisis keuangan Asia.
Temuan ini dapat membuat sejumlah kalangan di London khawatir karena saat ini tengah dibangun gedung Shard, tertinggi di Eropa barat.
Namun yang perlu dikhawatirkan investor adalah Cina yang tengah membangun 53% gedung tinggi dunia, kata Barclays Capital.
Dalam laporan terpisah, JPMorgan Chase mengatakan pasaran properti Cina dapat turun sekitar 20% di kota-kota besar dalam waktu 12 sampai 18 bulan mendatang.
Di India, taipan Mukesh Ambani membangun gedung pencakar langit di Mumbai untuk kediaman keluarganya.
Gedung tingkat 27 itu diperkirakan merupakan hunian termahal di dunia.
Sejumlah surat kabar menyebutkan gedung itu memerlukan sekitar 600 orang untuk perawatan. Harga kediaman taipan di Mumbai itu diperkirakan lebih dari US$1 miliar (Rp 9 triliun).
"Saat ini, India hanya memiliki dua dari 276 gedung pencakar langit dunia dengan tinggi lebih dari 240 meter, namund alam lima tahun ke depan, negara itu akan memiliki 14 gedung tinggi baru," kata Barclays Capital.
Indeks gedung pencakar langit Barclays Capital diterbitkan setiap tahun sejak 1999.









