Pasangan Madoff sempat bunuh diri

Bernard Madoff

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Bernie Madoff dihukum 150 tahun penjara atas kejahatan skema ponzi yang dilakukannya.

Istri mantan manajer keuangan ternama yang kini dipenjarakan, Bernard Madoff mengatakan bahwa dirinya dan suaminya pernah mencoba bunuh diri setelah skema penipuan berkedok investasi senilai US$65 miliar (sekitar Rp577 triliun) terkuak.

Ruth Madoff kepada program televisi 60 Minutes di stasiun CBS mengatakan pasangan ini menenggak "segenggam pil" pada malam Natal 2008.

"Saya tidak tahu siapa yang punya ide itu, tapi kami putuskan bunuh diri karena yang terjadi sangat mengerikan," kata Ruth.

Madoff akhirnya dijatuhi hukuman penjara 150 tahun setelah didakwa tahun 2009.

Ruth Madoff kepada CBS juga mengatakan pasangan itu sepakat bunuh diri pada malam Natal yang, menurutnya, menunjukkan "betapa depresinya mereka".

Banyak obat

"Saya telan (pil) yang ada, dia telan lebih banyak lagi," tambahnya, sambil mengatakan dirinya tidak minum alkohol saat itu karena takut pil akan dimuntahkan.

Termasuk diantara ada Ambien (merek obat penenang) serta kemungkinan juga Klonopin (obat untuk kejang dan serangan panik).

"Kami telan pil-pil itu tapi bangun lagi keesokan harinya... Itu tindakan yang sangat impulsif dan saya senang kami masih bisa bangun," kata Nyonya Madoff.

Wawancara dengan istri Madoff ini akan disiarkan lengkap oleh CBS tanggal 30 Oktober dan diklaim menyimpan banyak kisah yang belum pernah diungkap sebelumnya terkait bagaimana keluarga investor keuangan yang mulanya sangat terpandang itu menghadapi skandal penipuan ini.

Skema penggelapan ala Madoff, lazim disebut skema ponzi, yaitu menarik dana miliaran dollar dari nasabah dengan alasan akan diinvestasikan dengan bunga tinggi dan aman untuk jangka waktu lama.

Nyatanya kemudian Madoff kesulitan menempatkan dana itu dan akibatnya hanya sanggup memberi keuntungan yang diambil justru dari banyaknya dana lain yang masuk. Skema ini dijalankannya sejak 1990an, dan akhirnya merugikan ribuan investor yang kehilangan dana tabungan seumur hidup mereka.