Ilmuwan Israel sabet Nobel Kimia

kristal

Sumber gambar, SPL

Keterangan gambar, Shechtman berhasil membuktikan bahwa pola atom tidak harus berulang

Hadiah Nobel Kimia tahun ini dimenangkan oleh ilmuwan Israel Daniel Shechtman yang melakukan penelitian pola atom pada kristal.

Shechtman yang bekerja di Institut Teknologi Israel akan menerima hadiah 10 juta krona Swedia atau £940.000.

Panitia Nobel mengatakan Shechtman secara mendasar telah mengubah konsep yang ada di benak para ahli kimia tentang benda padat.

Shechtman berhasil membuktikan bahwa pola atom tidak harus berulang.

Kesimpulan ini didapat dari penelitian kuasikristal. Ia membuat kuasikristal dengan menyemprotkan logam cair ke permukaan yang bersuhu rendah.

Dengan memakai mikroskop terlihat bahwa kristal-kristal baru bisa disusun secara sempurna, namun polanya tidak pernah berulang.

Sangat indah

Profesor David Phillips, presiden asosiasi ilmuwan kimia Inggris menyebut kuasikristal ini sangat indah.

"Kuasikristal adalah aspek menarik dari ilmu materi dan kimia. Kuasikristal mendobrak semua hukum tentang kristal yang berlaku saat ini," ujar Phillips.

Panitia Nobel mengakui penemuan Shechtman ini memicu kontroversi karena para ilmuwan sebelumnya beranggapan pola atom tersebut berulang.

Shechtman menjadi pemenang ketiga Hadiah Nobel yang mulai diumumkan pekan ini.

Senin lalu Nobel Kedokteran diberikan kepada Bruce Beutler dari Amerika Serikat, Jules Hoffmann dari Prancis, dan Ralph Steinman dari Kanada, atas jasa-jasa mereka di bidang kajian kekebalan tubuh.

Hadiah Nobel Fisika yang diumumkan Selasa kemarin dimenangkan oleh Saul Perlmutter dan Adam Riess dari AS dan Brian Schmidt dari Australia, atas penelitian tentang perluasan alam semesta.