Miliarder AS jamu orang kaya Cina

Warren Buffett dan Bill Gates
Keterangan gambar, Acara ini mendorong diskusi di Cina mengenai arti beramal
    • Penulis, Michael Bristow
    • Peranan, BBC News, Beijing

Dua miliarder Amerika Bill Gates dan Warren Buffett akan mengadakan jamuan makan malam di Beijing bagi sejumlah orang terkaya di Cina.

Gates dan Buffett mengatakan mereka berada di Cina untuk mempelajari kegiatan amal di negara itu. Banyak orang menduga mereka ingin membujuk para tamu agar lebih banyak menyumbang untuk amal.

Kedua orang terkaya dunia itu sudah berhasil membujuk banyak orang yang sangat kaya di Amerika agar menyumbangkan separuh kekayaan mereka.

Ada kerahasiaan mengenai acara itu, pihak penyelenggara tidak membeberkan nama-nama tamu.

Budaya beramal

Salah satu orang yang akan menghadiri jamuan makan malam itu adalah Chen Guangbiao, seorang miliarder yang meraup kekayaan dari bisnis mendaur ulang sampah dari industri bangunan.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia sudah berencana menyumbangkan seluruh hartanya untuk amal bila dia meninggal.

"Beramal dan membantu sudah menjadi bagian dari budaya Cina selama 5.000 tahun. Tetapi kegiatan amal resmi baru dikembangkan di Cina dalam 30 tahun terakhir, sejak kami menerapkan reformasi ekonomi."

"Banyak orang baru mulai menjadi kaya dan kami baru-baru ini saja bisa memberi makan diri sendiri," katanya.

Menyumbangkan uang untuk amal belum begitu berkembang di Cina sebaik di banyak negara lain.

Kalau jamuan makan malam ini bisa dikatakan berhasil, keberhasilan itu adalah mendorong perdebatan mengenai apa arti beramal bagi yang membutuhkan.