Katak punah ditemukan lagi

katak
Keterangan gambar, Terakhir kali katak ini terlihat pada tahun 1979

Misi untuk menemukan spesies amfibi yang diperkirakan telah punah, mulai menampakkan hasil.

Para aktivis pelestarian lingkungan menemukan lima katak Afrika Barat dan satu kadal gua dari Meksiko.

"Katak tersebut terakhir kali terlihat pada 1979," ungkap Robin Moore, koordinator proyek Conservation International (CI).

Katak yang dimaksud adalah hyperolius sankuruensis dari Republik Demokratik Kongo.

Sementara katak dengan nama ilmiah hyperolius nimbae dari Pantai Gading tidak diketahui keberadaanya sejak 1967.

Di kedua negara ini, banyak habitat amfibi yang rusak atau hilang.

Seiring dengan bertambahnya populasi manusia, binatang ini makin terpinggirkan.

Gua lembab

Kadal gua dari Meksiko mengalami nasib serupa. Habitat mereka makin lama makin sulit ditemukan.

Sejak ditemukan pada 1941 binatang ini tidak lagi terlihat.

Kadal ini diyakini membutuhkan gua-gua yang lembab dan para aktivis pelestarian lingkungan tadinya memperkirakan hutan yang kering karena penebangan besar-besaran, membuat spesies ini punah.

"Ini adalah temuan yang luar biasa dan bisa berdampak positif baik untuk spesies itu sendiri maupun untuk manusia," kata Moore.

"Salah satu spesies yang kami temukan hidup di kawasan yang harus dilindungi karena menyediakan sumber air ke daerah perkotaan."

Ia menambahkan tiga spesies ini termasuk beruntung karena jenis-jenis binatang lain mungkin sudah lama punah selamanya.

Temuan akhir akan dipaparkan dalam konferensi PBB tentang keanekaragaman hayati di Nagoya, Jepang.