Hotel nudis pertama Turki ditutup

Hotel nudis
Keterangan gambar, Para tamu dibolehkan menikmati hotel tanpa memakai baju
    • Penulis, Jonathan Head
    • Peranan, BBC News, Istanbul

Hotel yang dikatakan sebagai hotel nudis pertama di negara Muslim terpaksa ditutup enam hari setelah dibuka.

Hotel itu ditutup setelah inspeksi pemerintah setempat menemukan bahwa salah satu balkon hotel itu tidak sesuai dengan gambar rancangan arsitek yang telah disetujui.

Dua belas tamu pertama yang berpakaian minim di hotel yang memiliki 64 kamar di daerah wisata di Datca di tepi laut di Turki harus dipindahkan ke hotel biasa.

Pemilik hotel mengatakan dia berharap dapat merenovasi balkon itu dan membuka kembali hotelnya pada hari Rabu.

Pengusaha Ahmed Kosar, yang sudah 15 tahun berkecimpung dalam industri pariwisata Turki, mengatakan kepada BBC dia selalu mencari cara-cara baru untuk mempromosikan bisnis miliknya yang bernilai US$20 miliar itu, dan bahwa sejumlah klien dari Eropa di hotel-hotel miliknya yang lain menyampaikan minat mereka untuk berlibur di hotel yang membolehkan para tamunya menikmati suasana pantai dengan bertelanjang itu.

Hotel itu dibangun di daerah sepi di semenanjung Datca, di arah timur dari tempat wisata terkenal Marmaris.

Tempat itu memberi peluang bagi para tamu untuk bertelanjang di sekitar kolam renang atau menggunakan pelayanan bis khusus untuk diantarkan ke pantai pribadi dimana mereka boleh bertelanjang.

Dibolehkan warga setempat

Kosar mengatakan dia berupaya untuk bisa membuka kembali hotelnya dan mengatakan bahwa banyak hotel lain di daerah itu yang dibolehkan melanjutkan operasi mereka walaupun mereka tidak memiliki beragam izin yang diwajibkan di Turki.

Pembangunan hotel memakan waktu dua tahun dan dia mengatakan tidak ada keberatan dari penduduk setempat, asalkan para turis telanjang tetap berada di kompleks hotel atau di pantai pribadi.

Hotel itu hanya boleh menerima tamu orang asing, warga Turki sendiri tidak boleh menginap di sana.

Para staf hotel yang hampir semuanya laki-laki memakai baju biasa.

Kosar tidak ingin mengatakan apakah Partai AK yang berkuasa berada di belakang penutupan hotelnya.

Partai itu sering dituduh memiliki agenda Muslim konservatif dan berupaya menerapkannya di negara Turki yang sekuler.

Tetapi Kosar mengatakan bila proyeknya masih terus dilarang, dia mungkin akan memindahkannya ke negara lain seperti Kroasia atau Siprus Utara.