Anak di bawah umur di LP Palu

Seorang anak perempuan berusia 16 tahun di Kota Palu, Sulawesi Tengah, harus mendekam di penjara orang dewasa, gara-gara kota itu tidak memiliki rumah tahanan anak-anak. Kritikan muncul dari pegiat perlindungan anak, tetapi penanggungjawab lembaga pemasyarakatan setempat menganggap langkah itu paling realistis.

Wartawan Gita Sastrawinata di Palu mendatangi penjara itu untuk menemui Nukrah, anak perempuan tersebut yang baru menjalani hukuman selama 8 bulan. Menurut penuturan Nukrah, dia baru sekitar setahun lagi akan menghirup udara bebas.

Menurut Nukrah seban hari dia harus apel dengan narapidana perempuan dewasa. Dia adalah perempuan satu-satunya narapidana anak penghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Palu, Sulawesi Tengah.

Selain dia ada 7 anak lelaki, yang semua terjerat kasus pidana. Mereka terpaksa mendekam di tempat ini, karena di Kota Palu tidak ada LP khusus anak. LSM yang peduli terhadap anak-anak, Kelompok Pemerhati Perempuan dan Anak Sulawesi Tengah atau KPPA, mempertanyakan kondisi ini. Pimpinan KPPA, Mutmainah Korona mengatakan.....

Selain itu Mutmainah juga mengkritik pendekatan hukum yang mempidanakan Nukrah, sehingga anak itu harus mendekam di penjara. Tetapi Pimpinan lembaga pemasyarakatan yang ditempati Nukrah dan 7 anak-anak lainnya, tidak dapat berbuat banyak. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kota Palu, Sunar Agus mengatakan, anak-anak itu bisa saja dikirim ke LP anak di Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan, yang memakan waktu 1 hari perjalanan naik kapal laut. Kondisi ini membuat Sunar Agus kurang yakin dapat berdampak baik buat anak-anak itu:

[GOTO AUDIO NAME: Sunar Agus Kepala Lembaga Pemasyarakatan Palu DURATION:0'30"] REP4: Jumlah anak yang mendekam di penjara ini disebutkan naik tiap tahun. Sebuah kenyataan yang juga terlihat di tingkat nasional. Sayangnya ini tidak diimbangi pembangunan lapas khusus anak-anak, yang menurut Menteri Hukum dan HAM masih kurang, yaitu hanya 18 lapas. Ini berbanding terbalik dengan jumlah anak-anak yang tinggal di dalamnya yang mencapai 5308 anak pada akhir Desember tahun lalu.