Xinjiang cabut larangan SMS

Kerusuhan melanda Urumqi selama beberapa hari
Keterangan gambar, Demonstrasi melanda Urumqi selama beberapa hari tahun 2009
    • Penulis, Michael Bristow
    • Peranan, BBC News, Beijing

Layanan pengiriman teks singkat atau SMS kembali dibuka di wilayah Xinjiang, Cina enam bulan setelah kerusuhan etnis yang menelan hampir 200 korban jiwa.

Layanan dipulihkan secara bertahap, kata seorang pejabat yang dikutip oleh kantor berita resmi Cina Xinhua.

Warga dicegah mengirimkan SMS bulan Juli lalu menyusul kerusuhan dan unjuk rasa di Xinjiang.

Pihak berwenang mengatakan larangan itu dimaksudkan untuk menjaga ketertiba sosial antara warga etnis Uighur dan Cina Han.

BBC memastikan bahwa layanan telah mulai tersedia dengan mengirimkan SMS ke seorang warga Xinjiang.

Akses internet dipulihkan

Jasa pengiriman SMS dihentikan menyusul kerusuhan etnis di Xinjiang
Keterangan gambar, Jasa pengiriman SMS dihentikan menyusul kerusuhan etnis di Xinjiang

Seorang pejabat pemerintah daerah Xinjiang mengakui, pelarangan SMS merepotkan warga, tapi diperlukan untuk keamanan.

"Larangan terbukti efektif untuk menanggulangi kerusuhan dan menjaga stabilitas kawasan," lapor Xinhua mengutip pejabat yang namanya tidak disebutkan.

Layanan SMS dipulihkan "bertahap" mulai Minggu, tambahnya.

Larangan mengirimkan pesan singkat mulai diberlakukan tidak lama setelah kerusuhan dan unjuk rasa terjadi di ibukota Provinsi Xinjiang, Urumqi, yang menelan 200 korban jiwa, yang sebagian besar orang Cina Han.

Para pejabat mengatakan kerusuhan digerakkan oleh kubu separatis Uighur dengan memanfaatkan internet dan SMS.

Kerusuhan memperlihatkan antagonisme mendalam antara warga Uighur yang kebanyakan muslim, yang merupakan penduduk asli kawasan tersebut, dan orang-orang Cina Han, yang kebanyakan pindah ke Xinjiang dalam masa lima dasawarsa terakhir.

Akses internet, yang juga diputus, juga dipulihkan secara bertahap.

Pada akhir Desember, pemerintah Cina telah mulai memulihkan akses ke beberapa situs internet resmi, seperti Xinhua, dan mengizinkan beberapa jasa online lain.