Vatikan undang tokoh seni

Vatikan
Keterangan gambar, Pertemuan dengan Paus Benediktus berlangsung di Kapel Sistine, Vatikan

Paus Benediktus mengundang sejumlah seniman, pematung, arsitek, musisi, sutradara film dan seorang penari balet Italia untuk bertemu di Vatikan.

Pertemuan Sabtu di Kapel Sistine –dengan lukisan Michelangelo di langit-langitnya- di Vatikan menandai dialog baru antara Gereja Katolik dan seni.

Sebanyak 500 undangan disebar kepada para tokoh utama seni di seluruh dunia September lalu dan 250 lebih hadir.

Mereka antara lain adalah Anish Kapoor –yang terkenal dengan karya instalasi raksasa- dan Zaha Hadid –arsitek Inggris kelahiran Irak yang merancang atap berbentuk ombak untuk stadion renang Olimpiade 2012.

Dari luar Inggris ada Daniel Libeskind –warga Amerika asal Polandia- yang menang dalam merancang reksontruksi World Trade Centre yang hancur dalam serangan 11 September, maupun F Murray Abraham –aktor Amerika keturunan Suriah yang meraih Oscar untuk aktor terbaik atas perannya sebagai Salieri dalam film tentang Mozart produksi 1985: Amadeus.

Asal negara dari para undangan amat beragam dan warga Italia kalah banyak dibanding warga asing. Para seniman Italia antara lain adalah pematung Arnaldo Pomodoro, komposer musik film Ennio Morricone, dan bintang opera Andrea Bocelli.

Menjangkau seni budaya

Uskup Agung Gianfranco Ravasi
Keterangan gambar, Gianfranco Ravasi merupakan seorang arkeologis dan penulis

Wartawan BBC di Roma, David Willey, melaporkan keinginan Paus Benediktus untuk menjangkau para seniman merupakan gagasan Komisioner Budaya yang baru ditunjuk, Uskup Agung Gianfranco Ravasi.

Dia adalah seorang arkeolog dan penulis yang memimpin dewan kebudayaan dan warisan budaya Kepausan.

Hanya beberapa bulan setelah ditunjuk, Uskup Agung Ravasi sudah melangkah dengan kebijakan bahwa kehadiran budaya Vatikan tidak hanya di pameran seni Venice Biennale tetapi juga di pameran buku Frankfurt dan, katanya, di “tempat-tempat elaborasi baru dari perbendaharaan kata para artis.”

Dalam wawancara beberapa waktu lalu dengan harian milik Vatikan, Osservatore Romano, dia mengatakan bahwa pengalaman menunjukkan sikap penolakan dari para artis sudah berkurang dan tanggapan yang mereka dapat dari upaya ini sebagian besar positif.

Sebelum pertemuan di Kapel Sistine, para undangan dari dunia seni budaya ini diajak menyaksikan koleksi seni Vatikan, antara lain terdiri dari karya Francis Bacon, Graham Sutherland, Matisse, dan Georges Rouault.

Para seniman juga diharapkan menyumbangkan satu karya mereka untuk memperkaya koleksi Museum Vatikan, yang didirikan 500 tahun lalu.