Napoli juara Serie A pertama kali dalam 33 tahun, seisi kota berpesta di jalan

Napoli fans

Sumber gambar, Rex Features

Keterangan gambar, Para pendukung Napoli berpesta semalam suntuk di seluruh kota.
    • Penulis, Sofia Bettiza
    • Peranan, BBC News di Napoli

Kota Napoli seketika berubah menjadi ajang pesta yang luar biasa marak.

Jalan-jalan dipenuhi penduduk kota. Mereka bernyanyi, berjoget, dan memeluk satu sama lain tanpa saling kenal sebelumnya. Ada pula pemuda yang terjun ke kolam air mancur seraya berteriak kegirangan, sementara lainnya mengibarkan bendera besar Napoli.

Alasannya? Klub sepak bola Napoli menjadi juara Serie A - kasta tertinggi kompetisi sepak bola Italia.

Sesaat setelah wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir imbang 1-1 di Udinese, ratusan orang berkumpul di alun-alun kota dan menyanyi gembira.

"Kami punya satu mimpi dalam hati kami, yaitu Napoli menjadi juara lagi!" pekik sejumlah orang di kota tersebut.

Napoli

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Para pemain Napoli merayakan keberhasilan klub menjadi juara Serie A.
Banyak pendukung Napoli menyaksikan pertandingan penentuan melawan Udinese melalui layar raksasa di Stadion Diego Armando Maradona.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Banyak pendukung Napoli menyaksikan pertandingan penentuan melawan Udinese melalui layar raksasa di Stadion Diego Armando Maradona.

"Saya menangis terus. Ini momen bersejarah," kata Edoardo Nappa.

Bocah 13 tahun ini adalah generasi baru yang belum lahir ketika mendiang Diego Maradona masih menjadi kapten Napoli dan mempersembahkan dua scudetto (juara liga) untuk klub tersebut.

"Bisa mengalami ini, mengalami sendiri untuk pertama kalinya…sungguh ajaib. Ini momen bersejarah untuk Napoli."

Bukan hanya penduduk kota yang berpesta. Orang-orang dari berbagai penjuru Italia dan mancanegara, termasuk dari Prancis, Spanyol, dan Inggris sengaja datang ke Napoli untuk meresapi pengalaman itu.

Baca juga:

Napoli adalah kota penggila sepak bola. Seisi kota sengaja dihias untuk pesta perayaan scudetto. Bendera biru dan putih yang menjadi warna kostum kesebelasan Napoli digantung di sepanjang gang-gang di seantero kota. Bahkan ada beragam kue, roti, es krim yang didedikasikan untuk pemain-pemain tertentu.

"Rasanya dunia berhenti di sini," ujar Amelia Bufi, mahasiswi yang datang dari Roma untuk merayakan kemenangan Napoli.

"Pesta ini akan berlangsung selama setidaknya sebulan. Akan terus begini sepanjang musim panas. Rasanya luar biasa. Warga Napoli menaruh cinta pada segala sesuatu yang mereka lakukan, termasuk sepak bola."

Edoardo Nappa dan keluarga

Sumber gambar, Sofia Bettiza

Keterangan gambar, Edoardo Nappa dan keluarganya berfoto di depan tempat pemujaan Diego Maradona.

Pesta yang sudah dipersiapkan selama 33 tahun

Pesta perayaan ini seolah telah disiapkan selama 33 tahun terakhir. Terakhir kali Napoli memenangkan gelar Serie A adalah pada 1990 - saat Maradona menjadi kapten.

Pengaruh pemain Argentina itu masih terasa di kota itu. Lukisan wajahnya terpampang di jendela bar, stiker bemper, dan papan reklame. Mural raksasa dirinya menjulang di atas tempat pemujaan Maradona. Dan di atasnya ada tanda bertuliskan 'Dios' - kata dalam bahasa Spanyol yang berarti Tuhan.

Banyak orang minggu ini berkumpul di sekitar tempat pemujaan Maradona untuk meletakkan bunga dan menyalakan lilin. Ada yang meneteskan air mata.

Bagi warga Napoli, sepak bola hampir seperti pengalaman religius.

"Bahkan melampaui agama," kata Bufi. "Apa yang kami lakukan di sini seperti ritual. Kami berdoa untuk Diego Maradona, seolah-olah dia orang suci. Ini gila dan saya menyukainya."

Maradona, yang wafat pada tahun 2020, memberikan kebanggaan bagi warga Napoli.

"Dia adalah pria yang penuh dengan sifat buruk tetapi pada saat yang sama puitis dan agung dalam hal terbaik yang dia lakukan," kata pakar sepak bola Eropa, Mina Rzouki.

"Dan itu adalah sesuatu yang sangat dirasakan warga Napoli."

Baca juga:

kembang api npoli

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kembang api menyala di langit Kota Napoli guna menandai kesuksesan yang telah ditunggu selama 33 tahun.

Kenangan masa-masa kejayaan

Setelah Maradona mempersembahkan gelar juara Serie A yang kedua untuk Napoli lebih dari tiga dekade lalu, tim tersebut tidak mampu mempertahankan kesuksesan tersebut. Mereka mengalami kesulitan keuangan, bangkru, dan diturunkan ke Serie C - kasta terendah dari divisi profesional.

Titik balik terjadi pada tahun 2004 manakala produser film Aurelio de Laurentiis membeli klub tersebut.

"Dia menciptakan tim yang luar biasa untuk ditonton," kata Rzouki.

"Dia tahu dia bisa bergantung pada cinta tanpa syarat dari seluruh kota, pada basis penggemar yang begitu setia. Jadi di bawah kepemimpinannya, Napoli berkembang."

Namun, Napoli tidak bisa segera meniru kesuksesan tahun 1990 dan memenangkan gelar.

"Tekanan mendalam bermain di kota yang mencintai sepak bola pada tingkat yang sangat tak terbayangkan... bisa sangat tinggi. Berada di kota yang begitu haus kesuksesan, bisa mencekik," kata Rzouki.

Napoli fans celebrate in Naples

Sumber gambar, Huw Evans picture agency

Balas dendam si 'underdog'

Kemenangan Napoli di Serie A lebih dari sekadar kesuksesan dalam dunia sepak bola. Gelar juara Napoli adalah simbol kemenangan bagi kaum Italia selatan yang miskin melawan masyarakat Italia utara yang kaya.

"Kaum muda Napoli sering terpaksa pindah ke Italia utara untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik," kata jurnalis Napoli Today, Franco Romano.

"Dan bagi mereka, memenangkan liga adalah bentuk balas dendam sosial terhadap kaum adidaya di utara."

"Menjadi juara liga bagi klub manapun di sebelah selatan Roma seperti memenangkan 10 trofi di Milan atau Turin," kata penggemar lainnya, Enrico.

Penduduk Napoli masih sering diejek para pendukung klub sepak bola di Italia utara. Ejekan tersebut utamanya tentang kejahatan, kemiskinan, dan bahkan wabah kolera di Napoli.

"Jika Anda lahir di Napoli, sepak bola adalah bagian dari darah Anda," kata Gaetano, yang mengenakan kostum Napoli dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Darah kami [Napoli] biru, bukan merah."

Gaetano adalah satu dari ribuan warga Napoli yang pindah ke Milan untuk mencari pekerjaan. Dia mengajak seluruh keluarganya ke kampung halaman untuk mengalami momen ini. Dia ingin berbagi hasratnya terhadap sepak bola dengan mereka.

"Itu adalah sesuatu yang datang dari hati. Saya telah menunggu 33 tahun untuk kemenangan ini. Saya penuh emosi, semangat, keyakinan... kata-kata tidak dapat menjelaskan apa yang saya rasakan."

Napoli fans celebrate in Naples

Sumber gambar, Getty Images

Penyucian Kota Napoli

Beberapa tahun sebelum Napoli menjuarai Serie A berkat Maradona, kota itu telah hancur akibat gempa dahsyat.

"Kota sedang berjuang. Kemiskinan ada di mana-mana," kata Massimo Romano.

"Kemenangan dengan Maradona mewakili kelahiran kembali Napoli setelah masa sulit yang ekstrem."

Tetapi keadaannya sangat berbeda sekarang.

"Napoli masih memiliki banyak masalah, tetapi telah menjadi kota Eropa dengan banyak turis, yang terkenal di luar Italia," tambah Romano.

Untuk kota yang begitu setia dengan tim sepak bolanya, ini adalah hari yang akan dikenang selama bertahun-tahun mendatang.

"Kemenangan hari ini melambangkan penyucian untuk kesuksesan yang dialami Napoli selama beberapa tahun."

napoli

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Tangis haru penggemar setelah Napoli menjuarai Serie A.