Covid: Terapi kekebalan dari llama diharapkan dapat mengobati bahkan mencegah infeksi dini

Fifi the 'Franklin llama' lives at a farm facility at the University of Reading

Sumber gambar, University of Reading

Keterangan gambar, Fifi 'Franklin llama' hidup di fasilitas peternakan Universitas Reading.
    • Penulis, Victoria Gill
    • Peranan, Wartawan sains BBC News

Terapi Covid yang berasal dari llama bernama Fifi menunjukkan "potensi yang signifikan" pada tahap uji coba awal.

Terapi ini berasal dari "nanobodi", versi antibodi yang kecil dan lebih sederhana, yang dihasilkan secara alami oleh llama dan onta dalam merespons infeksi.

Jika terapi ini diuji coba pada manusia, kata para peneliti, caranya bisa sesederhana menggunakan obat semprot hidung - untuk mengobati bahkan untuk mencegah infeksi dini.

Profesor James Naismith menggambarkan nanobodi sebagai "sangat luar biasa menarik".

Llamas (c) University of Reading

Sumber gambar, University of Reading

Keterangan gambar, Llama, kambing peru, onta dan hiu berevolusi untuk memproduksi nanobodi dalam menanggapi infeksi.

Prof Naismith yang menjadi salah satu peneliti utama sekaligus direktur Rosalind Franklin Institute di Oxorfshire, menjelaskan hewan pengerat yang terinfeksi virus corona telah diterapi melalui obat semprot hidung yang mengandung nanobodi ini - telah pulih sepenuhnya dalam waktu enam hari.

Percobaan, sejauh ini, hanya diuji kepada hewan laboratorium, tapi Public Health England mengatakan ini merupakan "bahan paling efektif untuk menetralisir SARS-COV-2" yang pernah diuji.

Potensi untuk melawan Covid ini tampaknya berasal dari kekuatan nanobodi untuk mengikat virus.

Baca juga:

Seperti halnya antibodi kita, nanobodi atas respons virus khusus menempel dan mengunci virus dan bakteri yang menyerang tubuh kita. Pengikatan ini pada dasarnya menandai virus yang menyerang dengan "bendera merah". Kemudian memberi keleluasaan bagi sisa kekebalan tubuh untuk menyerang, dan menghancurkannya.

Nanobodi yang diproduksi para peneliti ini - dengan bantuan dari sistem kekebalan tubuh llama - mengikat dengan kuat.

"Dari situlah kami mendapat bantuan dari Fifi 'Franklin [Institute] llama'," jelas Profesor Naismith.

Efikasi dan keamanan

Vaksinasi Fifi dengan potongan kecil protein virus, para peneliti merangsang sistem kekebalan tubuhnya untuk membuat molekul khusus. Para peneliti kemudian dengan hati-hati memilih dan memurnikan nanobodi paling kuat dalam sampel darah Fifi; yang paling cocok dan dekat dengan protein virus, seperti anak kunci yang cocok dengan gemboknya.

Tim kemudian mampu memproduksinya dalam jumlah besar terhadap molekul paling kuat, yang dipilih secara khusus tersebut.

How the process works
Presentational white space

Prof Naismith mengatakan kepada BBC News: "Sistem kekebalan tubuh sangat luar biasa dari yang kita bayangkan - evolusi sulit ditaklukan."

Llama

Sumber gambar, Getty Images

Professor Sheena Cruickshank seorang imunolog dari Universitas Manchester mengatakan penelitian baru ini "menarik tapi masih terlalu dini".

"Kita butuh data lebih soal efikasi dan keamanannya sebelum percobaan pada manusia," tambahnya.

"Kendati demikian, ini sangat menjanjikan, dan kenyataannya ini lebih murah, dan mudah dikelola yang menjadi nilai tambahnya. Sayangnya, Covid-19 akan selalu bersama kita untuk sementara waktu, jadi banyak penelitian yang dibutuhkan."

Professor Naismith dan timnya, yang mempublikasikan penelitian mereka di jurnal Nature Communications setuju dengah hal itu, bahkan dengan keberhasilan vaksin Covid, memiliki pengobatan yang efektif di masa depan akan sangat penting.

"Belum semua di dunia ini mendapat vaksin dengan kecepatan yang sama," katanya, "dan masih ada risiko varian baru yang mampu melewati kekebalan vaksin saat ini."

Ikuti Victoria dio Twitter