Shang-Chi and The Legend Of The Ten Rings, superhero Asia pertama dari Marvel: 'Pengakuan masyarakat Asia di industri film Hollywood yang jarang terjadi'

Simu Liu

Sumber gambar, Jasin Boland

Keterangan gambar, Simu Liu, yang memerankan Shang-Chi, mengatakan merasa sangat terhormat bisa memerankan tokoh tersebut.
    • Penulis, Alex Taylor
    • Peranan, Reporter hiburan BBC

Film-film laris Marvel identik dengan laga, negeri-negeri fantasi dan kekuatan super yang mencengangkan.

Tapi bagaimana jika Marvel meramu pencarian identitas budaya dan hubungan keluarga saat sang jagoan mencoba menyelamatkan dunia?

Itulah yang dicoba ditawarkan film Marvel terbaru: Shang-Chi And The Legend Of The Ten Rings.

Ini adalah fim Marvel yang ke-25, yang dibesut oleh Destin Daniel Cretton, dan secara khusus memperkenalkan Shang-Chi sebagai superhero Asia pertama mereka.

Simu Liu, pemeran Shang-Chi, mengatakan merasa sangat terhormat bisa memerankan tokoh tersebut.

Baginya, ini bukan sekadar menjalankan seni peran, tapi lebih dari itu, ada makna "pengakuan masyarakat Asia di industri film Hollywood".

"Ini sesuatu yang jarang terjadi ... ada orang seperti saya yang diminta untuk memerankan posisi yang sangat penting, ini sangat memberdayakan," kata Liu kepada para wartawan.

Baca juga:

Cretton, sutradara yang lahir di Maui, Hawaii, menyampaikan pandangan senada.

Ia mengatakan, saat kecil dirinya tak bisa menemukan pahlawan super yang satu identitas dengannya.

Sekarang, dengan mengangkat Shang-Chi, Cretton merasa "bisa menawarkan opsi kepada generasi baru bahwa ada superhero yang punya latar belakang yang sama dengan mereka".

"Ini sungguh sangat spesial," ujar Cretton.

Tony Leung

Sumber gambar, Disney

Keterangan gambar, Aktor Hong Kong legendaris, Tony Leung, memerankan ayah Shang-Chi, yang sangat terobsesi dengan Ten Rings, sepuluh gelang yang punya kekuatan dahsyat.

Itu sebabnya, sebagian besar para pemeran Shang-Chi And The Legend Of The Ten Rings sangat didominasi wajah-wajah Asia.

Tokoh ayah Shang-Chi, yang digambarkan sangat terobsesi dengan kekuatan Ten Rings (sepuluh gelang), diperankan oleh aktor legendaris Hong Kong, Tony Leung.

Ying Li, ibu Shang-Chi, diperangkan oleh Fala Chen, sedangkan aktris Michelle Yeoh, memerankan bibi Shang-Chi.

Nama-nama baru yang juga meramaikan film ini di antaranya adalah Meng'er Zhang, yang memerankan adik perempuan Shang-Chi, Xialing.

Lalu, Awkwafina yang tampil di film Ocean's 8 dan Crazy Rich Asians, memerankan sahabat Shang-Chi, Katy.

Identitas memang nyawa dari Shang-Chi And The Legend Of The Ten Rings.

Sang tokoh utama bukan jenis superhero yang mendapat kekuatan dahsyat dari bahan kimia tertentu. Ini membuat audiens lebih gampang menghubungkan latar belakang indentitas budaya mereka dengan Shang-Chi.

"Ini adalah perjalanan penemuan diri sendiri, tumbuh, dan belajar dari luka masa lalu, yang selama ini dihindari," kata Cretton.

'Kebangkitan budaya Timur'

Destin Daniel Cretton

Sumber gambar, Disney

Keterangan gambar, Destin Daniel Cretton mengatakan puas bisa menawarkan pilihan superhero Asia kepada audiens.

Keberagaman para pemeran ini mencerminkan langkah Hollywood untuk merespons meningkatnya pergeseran budaya ke Timur.

Crazy Rich Asians, yang diadaptasi dari novel karya Kevin Kwan, adalah film laris pertama Amerika Serikat yang para pemerannya semuanya berlatar belakang Asia.

Film ini meraup pendapatan hampir US$200 juta (sekitar Rp2,8 triliun) dalam pemutaran di seluruh dunia.

Film Korea Selatan Parasite mencatat sejarah setelah dinobatkan sebagai film terbaik di ajang Oscars tahun 2020.

Tahun ini, film Korea lain, Minari, masuk beberapa nominasi di Academy Awards, antara lain aktris Yuh-Jung Youn, untuk kategori pemeran pembantu. Ia adalah aktris Korea Selatan pertama yang diunggulkan untuk meraih penghargaan ini.

Film Minari mengisahkan perjalanan satu keluarga Korea mewujudkan mimpi di Amerika.

Para pemeran Shang-Chi and And The Legend Of The Ten Rings

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Para pemeran Shang-Chi and And The Legend Of The Ten Rings, dari kiri Awkwafina, Meng'er Zhang, Simu Liu, dan Fala Chen.

Dari ini, telah terjadi perubahan wajah di sinema Amerika-Asia.

"Tadinya film-film Amerika-Asia yang dibuat Hollywood cenderung memotret orang-orang Asia secara eksotis. Lantas, saya melihat ada gerakan untuk menggambarkan Asia secara yang lebih murni ... ada perjuangan untuk memunculkan wajah Asia [yang lebih orisinal] di layar lebar, juga menjelaskan kami [secara lebih baik] ke audiens yang lebih luas," kata sutradara Minari, Lee Isaac Chung, dalam wawancara dengan The New York Times.

Ia melanjutkan Minari tak berupaya untuk mengaitkan pesan film ke orang kulit putih Amerika atau budaya Amerika. Dan pesan seperti ini pula yang ingin disampaikan oleh film Shang-Chi.

Shang-Chi And The Legend Of The Ten Ringsberkisah tentang Shang-Chi, laki-laki yang pintar beladiri, yang tinggal di Amerika dengan nama Shaun. Pekerjaan sehari-harinya adalah memarkir kendaraan-kendaraan mahal.

Ayahnya, Wenwu, dikenal sebagai jawara dan pemilik Ten Rings, sepuluh gelang yang punya kekuatan dahsyat.

Baca juga:

Shang-Chi dan sahabatnya, Katy

Sumber gambar, Disney

Keterangan gambar, Katy dan Shang-Chi bisa menampilkan nuansa Asia yang apik di film Shang-Chi and And The Legend Of The Ten Rings.

Kehidupannya yang relatif damai-damai saja mendadak kacau ketika ada penggerebekan oleh para tentara rahasia dari kelompok yang dipimpin sang ayah, yang kemudian memaksanya berkonfrontasi dengan masa lalu.

Bagi para penggemar film superhero Marvel, kelompok Ten Rings ini sebenarnya bukan asing.

Nama ini pernah muncul di film Iron Man tahun 2008, yang berada di balik penculikan Tony Stark.

Dalam beberapa hal, ada kemiripan antara Shang-Chi dan Simu Liu.

Shang-Chi berusaha untuk menjadi superhero Asia mapan di jagad Marvel, sementara Liu juga ingin menancapkan eksistensi di jagad hiburan Hollywood.

Aktor berusia 32 tahun ini besar di Kanada.

Mantan karyawan Deloitte tersebut masuk ke dunia hiburan setelah mengalami pemutusan hubungan kerja.

Setelah peran-peran kecil di beberapa film, kini Liu masuk jajaran elite di Marvel.

Ia menggambarkan perjalanannya ini sebagai "mimpi" namun dalam salah satu unggahan di Twitter, ia juga menulis soal orang-orang yang selama ini tak diperhitungkan, namun akhirnya tampil sebagai bintang.