Covid-19 dan pernyataan-pernyataan Donald Trump, dari 'suntikan disinfektan matikan virus corona dalam semenit' hingga angka 'kematian AS yang rendah'

Tanggapan Presiden Donald Trump terhadap pandemi virus corona, yang menewaskan lebih dari 200.000 orang di Amerika Serikat, telah menjadi isu utama dalam pemilihan presiden yang akan datang.

Kini Trump dinyatakan positif Covid-19, membuat masalah ini kemungkinan mendapat sorotan yang lebih tajam dalam tahap akhir kampanye.

Trump: "Kita memiliki salah satu tingkat kematian yang terendah"

Presiden Trump membandingkan angka kematian di negara lain dengan angka kematian di Amerika Serikat, dan ia mengeklaim bahwa angka kematian di AS jauh lebih rendah.

Perbandingan angka antarnegara tidak dapat dilakukan secara langsung karena ada pendekatan yang berbeda untuk melaporkan data virus corona.

AS memang memiliki jumlah kasus tertinggi dan kematian yang tercatat paling banyak di antara negara mana pun di dunia.

Namun, jika Anda melihat kematian per kapita - yakni dikaitkan dengan proporsi populasi setiap negara - angka ini tidak lagi berada di urutan teratas, meskipun tetap berada di 10 besar negara yang paling parah terkena dampak.

Trump baru-baru ini juga menyoroti peningkatan jumlah infeksi baru di seluruh Eropa, dengan mengatakan, "Terus terang, jumlah mereka berada pada tingkat yang jauh lebih buruk daripada jumlah di sini.

Memang kasus di beberapa negara di Eropa mengalami lonjakan kasus baru, tetapi itu juga berlaku di beberapa negara bagian AS.

Trump: "Saya berpikir tentang disinfektan, yang bisa mematikan [virus corona] dalam satu menit. Adakah cara yang dapat kita lakukan, sesuatu seperti itu, dengan menyuntikkannya ...?"

Pada bulan April, Trump menyarankan menyuntik pasien dengan disinfektan dapat membantu mengobati virus corona.

Ketika Joe Biden mengemukakan komentar ini selama debat presiden pada 29 September, Trump menjawab, "Itu pernyataan sinis".

Mengkonsumsi atau menyuntikkan disinfektan berisiko keracunan dan kematian.

Pada saat Trump memberikan komentar, dokter mengimbau orang-orang untuk tidak menelan atau menyuntikkan disinfektan karena risiko serius yang terlihat jelas bila dilakukan.

"Menyuntikkan pemutih atau disinfektan dengan dosis yang diperlukan untuk menetralkan virus dalam darah yang bersirkulasi kemungkinan besar akan mengakibatkan kerusakan yang signifikan dan tidak dapat disembuhkan serta kemungkinan kematian yang sangat tidak menyenangkan," kata Rob Chilcott, guru besar toksikologi di Universitas Hertfordshire. "

Produsen disinfektan pun mengeluarkan pernyataan yang memberitahu orang-orang untuk tidak menyuntikkannya.

Trump: "Saya meminum [hydroxychloroquine] dan saya masih ada di sini... apa ruginya?"

Pada bulan Mei, Trump mengumumkan bahwa ia menggunakan obat antimalaria hydroxychloroquine sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19.

Tetapi tidak ada bukti bahwa obat tersebut dapat melawan virus corona.

Presiden Trump secara konsisten menganjurkan penggunaan obat tersebut, bertentangan dengan nasihat dr Fauci, yang berkata, "Kami tahu bahwa setiap studi yang baik - dan studi yang baik yang saya maksud adalah studi kontrol acak di mana datanya kuat dan dapat dipercaya - telah menunjukkan bahwa hydroxychloroquine tidak efektif dalam pengobatan Covid-19. "

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah menyarankan agar tidak menggunakan obat tersebut untuk merawat pasien virus corona menyusul laporan "masalah irama jantung yang serius" dan masalah kesehatan lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan "saat ini tidak ada bukti" yang efektif mengenai hydroxychloroquine sebagai pengobatan atau pencegahan Covid-19.

Trump: "Kami mengirimkan alat uji cepat ke setiap panti wreda di Amerika"

Pengujian di rumah perawatan itu penting, karena lansia cenderung lebih rentan terhadap virus corona.

Pada tahap awal pandemi, terdapat jumlah kematian yang tinggi di panti wreda di AS, seperti di banyak negara lain.

Gedung Putih mengatakan pernyataan Trump akurat dan 4,9 juta alat uji tes cepat telah dikirim ke hampir 14.000 panti wreda bersertifikat.

Menurut angka CDC, ada 15.600 panti wreda dengan 1,3 juta penduduk.

"Pengujian bagi penghuni panti wreda dan stafnya merupakan tantangan tersendiri, seperti halnya untuk sektor perawatan kesehatan lainnya," kata Profesor Debra Bakerjian, di Sekolah Keperawatan Betty Irene Moore di California.

"Upaya untuk memberikan pengujian ke panti wreda sedang bergerak maju, tetapi bukannya tanpa hambatan," katanya.

Trump: "Jika Anda menghapus negara bagian biru [yang dimenangkan Demokrat]... kita benar-benar berada pada level yang sangat rendah"

Presiden Trump mengatakan bahwa negara-negara yang dikelola Demokrat - yang dikenal sebagai negara bagian biru - bertanggung jawab atas tingginya angka kematian akibat virus corona di Amerika.

"Jika Anda menghapus negara bagian biru, kita berada pada tingkat yang menurut saya tidak akan dialami siapa pun di dunia ini," kata Trump baru-baru ini.

"Kita akan benar-benar berada pada level yang sangat rendah."

"Keluarkan New York dan beberapa negara bagian lain yang dikuasai Demokrat, Anda akan melihat angka-angka yang sulit dipercaya."

Komite Nasional Demokratik dalam cuitannya di twitter menanggapi, "Covid bukanlah masalah negara bagian merah [dimenangkan Republik] atau negara biru."

Dari lima negara bagian yang memiliki jumlah kematian akibat virus corona terbesar, dua adalah "negara bagian merah" yang dikelola Partai Republik - Texas dan Florida.

Memang benar bahwa pada tahap awal wabah, negara bagian yang dikelola Partai Demokrat seperti New York dan New Jersey paling terpukul dan bertanggung jawab atas sebagian besar kematian.

Tetapi ketika pandemi telah berkembang, negara bagian yang dipimpin Republik telah menghasilkan proporsi kematian yang semakin meningkat.

The Washington Post melaporkan bahwa pada 15 September, 47% kematian terjadi di negara bagian "merah", dengan 53% di negara bagian "biru".