Virus corona: Pasangan pengantin baru di Afrika Selatan ditangkap karena gelar resepsi saat 'lockdown'

pernikahan

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Keterangan gambar, (Foto ilustrasi) Rancangan gaun pernikahan di tengah wabah virus corona.
Waktu membaca: 1 menit

Kehidupan pernikahan sepasang pengantin baru di Afrika Selatan diawali kejadian tak terduga ketika polisi muncul di pesta resepsi mereka.

Pasangan itu sebelumnya telah menerima pemberitahuan bahwa resepsi pernikahan yang digelar di KwaZulu-Natal, Minggu (05/04) lalu, melanggar larangan nasional untuk menggelar pertemuan publik terkait wabah virus corona.

Akibatnya, 50 orang tamu, pendeta yang memimpin upacara, dan pengantin baru itu pun ditangkap dan dibawa ke kantor polisi setempat.

The bride getting into a police vehicle

Sumber gambar, uMhlathuze Municipality

Keterangan gambar, Sejumlah video yang beredar luas memperlihatkan saat pengantin pria membantu istrinya, yang mengenakan gaun pernikahan putih, masuk ke dalam mobil polisi.

Para pihak yang terlibat dalam resepsi pernikahan itu akan didenda di pengadilan.

Sejumlah video yang beredar luas memperlihatkan saat pengantin pria membantu istrinya, yang mengenakan gaun pernikahan putih, masuk ke dalam mobil polisi.

Hentikan X pesan
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan

Sejauh ini polisi atau media setempat belum menyebutkan identitas pasangan itu.

Pemerintah kota uMhlathuze, Afrika Selatan, mengatakan pengantin baru itu akan "menghabiskan masa bulan madunya dalam pengawasan ketat selama proses jaminan".

Afrika Selatan, yang memiliki 1.655 kasus positif virus corona serta 11 kasus kematian, saat ini berada pada pekan kedua lockdown atau karantina wilayah yang merupakan salah-satu terketat di dunia.

Negara ini juga telah memperlakukan uji tes Covid-19 di tempat umum, dan pemerintahnya mengklaim dapat menguji 30.000 orang tiap harinya.

Selama diterapkan kebijakan lockdown, aktivitas masyarakat yang mendesak dan penting akan diizinkan. Aktivitas seperti membeli alkohol dan rokok telah dilarang.

Para wartawan mengatakan kebijakan yang ditempuh pemerintah Afrika Selatan dalam menghadapi pandemi ini berjalan sangat efisien.