Gara-gara menyaksikan keributan di Dubai, perempuan Inggris terancam penjara

Ekspatriat muda asal Inggris terancam dipenjara hanya gara-gara menyaksikan sebuah pertengkaran di lobi hotel di Dubai.

Awalnya, sejumlah teman Asa Hutchinson, 21, terlibat pertengkaran dengan seorang pria berusia 50-an yang tertidur di sofa.

Begitu terbangun, pria tersebut, yang dilaporkan sebagai eksekutif perusahaan teknologi, diduga mengamuk dan memukuli orang-orang, sejumlah di antaranya mendapat bogem mentah di kepala mereka.

Kelompok kampanye bernama Detained in Dubai mengatakan pria tersebut melaporkan mereka ke polisi namun karena teman-temannya sudah meninggalkan Uni Emirat Arab, wanita 21 tahun itu 'dikorbankan' karena dia tinggal di sana.

Hutchinson, yang berasal dari Essex, menghadapi tuduhan penyerangan, pencurian dan penipuan untuk peristiwa yang terjadi pada 2016 itu.

Dia mengaku "tidak akan sanggup" masuk penjara.

Detained in Dubai, yang mewakili Hutchison, mengatakan bahwa pertengkaran tersebut dimulai setelah teman-temannya mengambil swa-foto dengan pria Swedia berusia 50an, saat dia tidur.

Pria ini terbangun dan melontarkan pukulan terhadap mereka tapi mereka kemudian pergi meloloskan diri. Pria ini kemudian memanggil polisi dan para pemuda tersebut dibawa ke kantor polisi Bur Dubai.

Kabur dari Dubai

Detained in Dubai menyebut teman-teman pria Hutchinson itu berhasil mendapatkan kembali paspor mereka dan terbang kembali ke rumah.

Ketika pria itu mengetahui Hutchinson tinggal di UEA, ia mengalihkan tuduhan kepada perempuan ini, sebut organisasi tersebut.

Hutchinson, seorang manager akuntan untuk perusahaan transportasi glogal, mendapat pembebasan dengan jaminan.

Radha Stirling, kepala eksekutif Detained in Dubai, mengatakan, "Sudah jelas dalam kasus ini bahwa Asa adalah seorang penonton, tidak terlibat dalam pertengkaran tersebut dan hanya menjadi korban karena pelaku telah meninggalkan negara tersebut."

Sebelumnya, Detained in Dubai terlibat dalam kasus seorang pria Skotlandia yang dijatuhi hukuman tiga bulan penjara setelah dinyatakan terbukti melakukan perbuatan tidak senonoh dengan meraba pinggul seorang pria di sebuah bar di Dubai pada Juli lalu.

Namun penguasa di Dubai melakukan intervensi pada Oktober dan sekarang dinyatakan bahwa semua dakwaan kepada Jamie Harron tersebut dinyatakan batal.