Tentara Rusia akan dilarang swafoto dan menulis blog

Sumber gambar, AFP
Kementrian Pertahanan Rusia sudah menyusun undang-undang yang melarang pesan di media sosial oleh tentara dan personel militer lainnya dengan alasan keamanan.
RUU itu menetapkan foto, video, dan materi lain yang diunggah ke intenet bisa mengungkapkan rincian militer yang bisa digunakan musuh. Informasi tentang lokasi secara otomatis juga bisa memperlihatkan pengerahan unit militer di satu tempat. Namun RUU tidak akan berlaku bagi pawa wajib militer.
Sejumlah tentara Rusia sempat mengunggah beberapa materi ke internet tentang pasukan yang dikerahkan ke Ukraina dan Suriah.
___________________________________________________________________
Apa yang diungkap swafoto atau selfie - Wartawan tekonologi BBC, Chris Foxx
Semua media jejaring sosial membuat orang memberi tahu lokasi mereka ketika mengunggah foto atau pesan.
Hal itu membuat orang bisa menemukan materi lain di lokasi bersangkutan, misalnya Menara Eiffel di Paris.

Sumber gambar, Getty Images
Data lokasi yang diberikan oleh telepon pintar bisa amat akurat -sampai beberapa meter- dan banyak media sosial yang memungkinan pengguna untuk melakukan pencarian yang amat rinci.
Amat mudah untuk mengunggah pesan tanpa menyadari bahwa alat yang menginformasi lokasi sedang menyala, dan hal itu bisa mengungkap lokasi persis dari satu pasukan.
Banyak orang yang tidak tahu bahwa foto yang diambil dengan menggunakan aplikasi kamera telepon pintar sering kali juga dilekatkan dengan data tentang lokasinya.
Dan tentu saja, swafoto yang konvensional bisa mengungkap lokasi jika seseorang mengetahui latar belakang foto tersebut.
_____________________________________________________________________
Pada Juli 2014, misalnya, wartawan BBC, Myroslava Petsa, menyebarkan gambar di Twitter yang awalnya diunggah oleh seorang tentara Rusia yang dengan bangga melaporkan mengirimkan roket Grad kepada pasukan pemberontak pro-Rusia di Ukraina.
Rusia menginvasi Semenanjung Krimea pada Maret 2014 dan sebulan kemudian pemberontak pro-Rusia menguasai sejumlah wilayah di Donetsk dan Luhansk, yang sebagian besar penduduknya berbahasa Rusia, di Ukraina timur.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan
Pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat menuduh Rusia memasok persenjataan berat dan juga pasukan tambahan kepada para pemberontak. Rusia mengakui beberapa 'sukarelawan' Rusia membantu kelompok pemberontak di Ukraina namun tidak mengirim tentara reguler.
Sementara itu wartawan Vice News di saluran YouTube, Simon Ostrovsky, mengungkapkan bahwa pesan seorang tentara Rusia di media sosial yang bisa membuat dia yakin tentang peran langsung Rusia dalam perang di Ukraina.
Bulan Agustus 2014, artikel oleh tim investigasi Bellingcat mengatakan pesan-pesan sosial media dari para tentara Rusia yang mengukuhkan jatuhnya korban jiwa di resimen Lintas Udara 76 Rusia di Ukraina timur.










