Adakah pekerjaan ideal untuk orang yang pemalu?

Bill Gates dan Steve Ballmer

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Bill Gates dan Steve Ballmer, dua karakter berbeda yang mendirikan Microsoft.

Sebelum fajar datang, Josh Manheimer sudah bekerja dan sedang berpikir keras. Hari ini ia membayangkan kalimat apa yang kiranya akan mebuat orang membuka amplop yang tergeletak di depan pintu mereka.

Dari sebuah tempat terpencil di Vermont, Amerika Serikat, Manheimer adalah penulis untuk surat yang biasa disebut “surat sampah” – surat yang dikirim ke semua orang untuk promosi produk tertentu. Dan ia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Coba saja cari di Google “direct mail copywriter” dan namanya akan muncul paling atas.

  • <link type="page"><caption> Perlukah mengganti nama demi mendapatkan pekerjaan?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cap/2016/10/160930_vert_cap_nama" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mengapa 'offline' harus dibesar-besarkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cap/2016/10/161002_vert_cap_offline" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Permintaan konsumen Cina mendorong industri baru</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cap/2016/10/161002_vert_cap_cina" platform="highweb"/></link>

Profesi itu, menurut Manheimer, adalah pekerjaan sempurna untuk orang introvert. Saya tahu bukan lantaran kami bercakap-cakap tentang itu. Kami hanya berhubungan lewat surat elektronik. Ia tak pernah bertemu dengan kliennya. Ia lebih suka berjalan-jalan bersama anjingnya atau memberi makan kuda-kudanya. “Saya suka ketemu orang,” katanya. “Namun saya tak berfungsi sempurna dalam organisasi yang penuh politik. Saya ini seperti bayi rusa, tersesat dan tak punya pertolongan.”

Perjuangan Manheimer serupa untuk para introvert, yang populasinya mungkin saja mencapai setengah populasi manusia di dunia. Mereka tidak malu, tetapi memilih situasi yang tidak terlalu menantang, lebih tenang dan lebih mendukung untuk pemikiran yang dalam. Dan ini tidak berarti para introvert tak bisa punya karier yang sangat cemerlang. Kuncinya adalah menemukan pekerjaan yang tepat dengan skala personalitas masing-masing orang, menurut penasihat karier.

Setiap orang punya sedikit karakter introvert. Kita tidak selalu tampil riang di setiap situasi sosial. Kadang kita memilih untuk mendalami satu pikiran tanpa terganggu orang lain, dan tak ingin mengungkapkan perasaan pribadi kepada orang lain serta ingin menghabiskan waktunya sendiri saja.

Michael Motylinski

Sumber gambar, Mary Latham Photography

Keterangan gambar, Michael Motylinski beralih profesi menjadi pendeta pengesah pernikahan.

Namun introvert, misalnya, butuh sedikit saja pujian dari orang untuk bisa berhasil. Mereka juga memberi perhatian besar pada detail serta pengambil keputusan yang penuh pertimbangan. Ini semua merupakan karakter yang berharga dalam pekerjaan apapun.

Inti persoalan

Beberapa orang mendapat pekerjaan ideal bagi mereka lebih banyak karena kebetulan. Michael Motylinski adalah seorang pengacara di California, sebuah pekerjaan yang ia benci. “Saya selalu harus berada dalam rapat, terus menerus berinteraksi dengan orang.”

Perubahan karier Motylinski dimulai ketika abangnya memintanya untuk mengesahkan pernikahannya. Maka ia pun mengambil kursus online untuk menjadi pendeta, dan ini bukan proses yang terlalu sulit baginya.

  • <link type="page"><caption> Bagaimana para perekrut kerja memata-matai Anda di Facebook</caption><url href="" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Rahasia untuk melakukan interupsi dengan pintar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cap/2016/09/160925_vert_cap_interupsi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kutukan di balik jam kerja fleksibel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/09/160921_vert_cap_kerja_fleksibel" platform="highweb"/></link>

Belakangan ia pindah ke Kepulauan Virgin untuk praktik hukum. “Saya sempat ditanya beberapa kali, apakah ada yang kenal orang yang bisa melakukan pengesahan pernikahan,” katanya. “Saya bilang bahwa saya seorang pendeta bersertifikat. Kemudian ternyata itu punya jalan hidup sendiri. Saya pun mulai mendapat panggilan dari penyelenggara perkawinan, kapal pesiar dan tempat peristirahatan.”

Lalu, sekalipun ada penampilan yang harus ia jalani dan berdiri di hadapan kerumunan, ia kini sudah meresmikan sekitar 250 pernikahan setahun. Katanya, ini benar-benar pekerjaan sempurna bagi seorang introvert.

“Pada hari pernikahan, orang-orang biasanya terlalu sibuk dan tegang mengurusi berbagai detail dan tak memperhatikan saya,” katanya. “Saya berdiri saja di altar atau di gazebo dan ketika upacara dimulai, saya tinggal membaca apa yang perlu saya baca. Sesudah upacara, saya akan berada di belakang dan pelan-pelan keluar lewat pintu belakang tanpa ada yang memperhatikan.”

Josh Manheimer

Sumber gambar, Josh Manheimer

Keterangan gambar, Josh Manheimer hidup di tempat terpencil untuk pekerjaannya.

Tentu saja hidup lebih daripada sekadar kerja. Motylinski kini menikah dengan “perempuan dari pulau” dan kini punya dua anak serta sedang menunggu yang ketiga.

Alter ego

Dan mungkin bagi seseorang yang menggambarkan dirinya sebagai seorang introvert, itu bisa mengubah jalur kariernya sama sekali. Misalnya Dan Nainan yang sekarang mencari penghidupan dengan membuat lelucon di tengah ribuan orang, tetapi ia memulai kariernya sebagai seorang insinyur di Silicon Valley.

Sebagai bagian dari pekerjaannya sebelumnya, ia harus memperagakan produk Intel di konferensi. Ia suka perjalanan internasional, tetapi untuk berbicara di atas panggung sangat menakutkan baginya.

Ia kemudian mengambil langkah drastis untuk mengatasi rasa takutnya dalam soal bicara di depan umum. Ia memutuskan mendaftar pada sebuah kursus singkat kepada seorang penulis buku Comedy Bible, Judy Carter. Kursus itu diakhiri dengan sebuah “penampilan sungguhan di atas panggung di sebuah klub komedi sungguhan.”

  • <link type="page"><caption> Apakah wajar menjual barang ke teman?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/09/160920_vert_cap_jual_teman" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Agar Anda berhenti membohongi diri sendiri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/09/160919_vert_cap_membohongi_diri" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Paranoid? Ini mungkin jadi kunci kesuksesan Anda</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/09/160905_vert_cap_paranoid" platform="highweb"/></link>

“Saya lulus dengan sukses,” kenang Nainan. “Saya tunjukkan rekaman saya kepada teman-teman sekantor, lalu saya diminta untuk tampil di sebuah konferensi di Las Vegas di hadapan 250 orang.”

Dari situ, ia melaju hingga tampil di depan 2.500 orang pada sebuah konferensi penjualan untuk kantornya. “Saya menirukan gaya Andy Gove [pendiri dan CEO Intel] pada pukul 8 pagi hari Senin, jadi tak ada di antara penonton yang mabuk. Mereka suka sekali. Itu adalah pertunjukan ketiga saya.”

Kini ia tinggal di New York dengan penghasilan sebagai pelawak.

Ia menjelaskan perubahan dari seorang insinyur menjadi seorang pelawak telah memberinya dua kepribadian. “Mirip lah dengan dikotomi kepribadian Clark Kent/Superman,” katanya.

“Saya punya perasaan bahwa ketika orang ngobrol-ngobrol dengan saya sesudah pertunjukan mereka kecewa bahwa apa yang saya katakan tidak membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Dalam ‘kehidupan nyata’ saya pendiam dan pemalu, dan ini membuat orang kaget.”

Dan Nainan

Sumber gambar, Dan Nainan

Keterangan gambar, Dan Nainan, introvert yang mengenali alter egonya dan berbicara di depan publik.

Dan tidak sendirian. Mengambil kelas akting atau bicara di depan umum dikenal sebagai “terapi eksposure”, dan ini diusulkan sebagai cara untuk mengatasi kecemasan sosial dan rasa malu di tempat kerja. Namun istilah ini tidak bisa disamakan dengan sifat introvert, kata Gregory Pontrellu, CEO dari lembaga konsultan sumber daya manusia Lausanne Business Solutions.

“Orang bisa saja bersifat extrovert dan sekaligus menderita rasa malu dan memiliki kecemasan sosial,” katanya.

Pontrelli juga menentang konsep bahwa ada karier ideal bagi seorang introvert – bahkan dalam pekerjaan yang secara umum dikenal sebagai cocok untuk seorang extrovert, misalnya bagian penjualan, tetap dibutuhkan berbagai rupa keterampilan.

“Beberapa perusahaan membuat kesalahan dengan memilih calon pegawai berdasar tes psikometrik dan menyingkirkan mereka yang dianggap tak tepat berdasarkan tes itu,” katanya. “Banyak pekerjaan membutuhkan kepribadian beragam, baik introvert maupun ekstrovert, karena hal itu memberi perspektif berbeda dan seringkali mengarah pada pengambilan keputusan yang lebih baik, termasuk dalam pemahaman terhadap klien.”

Yin dan yang

Keragaman kepribadian ini dapat dilihat pada fondasi di beberapa perusahaan paling sukses di dunia. Steve Wozniak, pendiri Apple yang terkenal introvert, misalnya bergabung dengan tokoh yang lebih ekstrovert, Steve Jobs. Bill Gates melakukan hal serupa di Microsoft dengan Paul Allen dan kemudian dengan Steve Ballmer. Di Facebook ada pasangan Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg.

Ini juga strategi yang dikejar oleh Deidre Woollard. Ia menemukan pasangan bisnis pada diri Audie Chamberlain yang kepribadiannya bertolak belakang dengannya. Hubungan mereka saling melengkapi seperti yin dan yang dan menjadi nama bagi perusahaan kehumasan mereka yang berkantor di California, Lion and Orb.

“Saya secara aktif senang dengan para ekstrovert, yang belum tentu semua introvert begitu,” ujarnya. “Bagi saya, mereka adalah perisai manusia. Hanya terkadang mereka bikin capai. Saya suka pergi ke pesta atau berjejaring dengan mereka. Tapi memang tak lama, saya cepat menghindar lebih awal.”

Ini adalah dinamika yang berhasil dijalankan untuk perusahaan mereka. “Partner saya yang menangani pengembangan bisnis. Ia senang pergi ke konferensi dan menelepon orang untuk mengajukan proposal. Saya yang mencatat hasil rapat, mengembangkan strategi bisnis. Kebanyakan penawaran saya lakukan lewat email, dan partner saya yang melakukan lewat telepon.”

Nainan merasa hubungan personal lebih problematik. “Saya merasa berbicara kepada seorang perempuan bisa lebih menakutkan daripada berbicara di depan 2.000 orang,” katanya.

Beberapa orang introvert akhirnya berhasil mengubah keterampilan kerja mereka menjadi hubungan personal. Penulis Manheimer bertemu dengan istrinya Renee secara online. Istrinya adalah seorang model yang tinggal di Peru dan tidak bisa berbahasa Inggris sementara ia tak bisa berbahasa Spanyol. Namun lewat kekuatan emailnya, bahkan sesudah melalui aplikasi penerjemah, ia berhasil membujuk Renee untuk pindah dari kota Lima yang cerah dan penuh matahari ke rumahnya yang terpencil di Vermont.

“Ia tak punya bayangan di mana itu Vermont, malah ia juga tak tahu bahwa ia butuh jaket untuk musim dingin,” katanya. “Kami menikah lima bulan kemudian di dekat sebuah air terjun rahasia.”