Permintaan konsumen Cina mendorong industri baru

Sumber gambar, Getty
Tukang pijat, tukang masak, atau pengasuh anak yang tinggal di rumah majikan? Membawa industri “Saya mau sekarang” ke tingkat lebih maju di negara berpenduduk 1,38 miliar jiwa.
Sebentar lagi waktu makan siang di Shanghai dan Li Huanhuan semakin lapar. Tetapi bukannya meninggalkan kantor dan berjalan ke mal makanan terdekat untuk makan, Li -yang bekerja sebagai penulis naskah iklan- memesan makanan lewat telepon genggam dengan menggunakan aplikasi makanan yang diantar Ele.me.
Sampai sejauh ini, masih biasa.
Di banyak negara dunia, pengiriman berdasarkan pesanan, terutama makanan, adalah hal biasa. Dan sekarang ini sepertinya jenis aplikasi atau app yang tidak terbatas untuk memenuhi semua kebutuhan permintaan konsumen, mulai dari berbagi kamar sampai ke berbagi angkutan.
Namun ketapi konsumen di Cina, dan aplikasi yang melayaninya, membawa konsep ini ke tingkat yang sama sekali baru
- <link type="page"><caption> Bagaimana para perekrut kerja memata-matai Anda di Facebook</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cap/2016/09/160926_vert_cap_rekrutmen" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Rahasia untuk melakukan interupsi dengan pintar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cap/2016/09/160925_vert_cap_interupsi" platform="highweb"/></link>
Sudah pasti, jika Li nakal terlambat menepati janji dan memerlukan taksi, dia akan menelepon dengan menggunakan salah satu app Didi Chuxing, atau Uber versi Cina.
Tetapi kalaupun dia memerlukan tukang pijat, koki di rumah atau pengasuh anak yang tinggal di rumahnya? Tidak masalah. Dia, sama seperti banyak warga Cina lainnya, cukup menggunakan telepon gengamnya dan ada lonjakan layanan berdasarkan permintaan di ujung jarinya.
Di Cina, permintaan akan app seperti ini jauh lebih tinggi dibandingkan di dunia Barat, terutama karena pertumbuhan kelas menengah yang akrab teknologi dan besarnya potongan yang diberikan pengecer internet serta pemberi jasa. Jumlah orang yang dapat dijangkau oleh satu app Cina juga.
Menurut sebuah laporan dari Pusat Informasi Internet Cina, negara itu memiliki 688 juta pengguna internet pada akhir bulan Juni tahun lalu, atau naik 18,9 juta dari akhir tahun 2014. Di antara para pemakai tersebut, hampir sembilan dari sepuluh menggunakan telepon pintar untuk masuk ke internet. mencapai tingkat yang sama sekali baru.
Kemudahan akrab teknologi
Dikenal dikenal di Cina daratan sebagai O2O, atau dari online ke offline, pengguna memesan produk maupun layanan di internet dan menerima pesanan di rumah atau kantor. Analisis industri iResearch memperkirakan pasar O2O untuk yang berkaitan dengan gaya hidup akan mencapai 1,6 triliun yuan atau Rp20 juta triliun pada tahun 2018 -hampir dua kali nilai tahun lalu, sebesar 879,7 miliar yuan.
“Inti keberhasilan industri adalah kemampuan memberikan efisiensi dan kemudahan bagi konsumen,” kata Mark Zhang pendiri dan pimpinan Ele.me, salah satu app pengantaran makanan terbesar Cina. Dimulai delapan tahun lalu sebagai layanan internet untuk mengantakan makanan mahasiswa Shanghai yang menginginkan makanan cepat dan mudah, mereka sekarang memiliki 70 juta pengguna dan menangani lima juta pesanan makanan setiap hari.
Sementara, perusahaan pengiriman makanan Amerika Serikat, Grubhub, yang memiliki app Grubhub dan Seamless, mempunyai sekitar 7,4 juta pengguna aktif dengan rata-rata pesanan 271.000 per hari.
Tunjangan produk besar-besaran, menjamurnya telepon pintar, dan pembayaran telepon genggam yang maju, mudah, serta aman membantu lonjakan pertumbuhan industri. Kebanyakan app mengizinkan pembayaran menggunakan app pesan populer WeChat atau Alipay, PayPal versi Cina.
- <link type="page"><caption> Kutukan di balik jam kerja fleksibel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/09/160921_vert_cap_kerja_fleksibel" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Apakah wajar menjual barang ke teman?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/09/160920_vert_cap_jual_teman" platform="highweb"/></link>
Biaya tenaga kerja dan logistik juga lebih rendah di Cina dibandingkan pasar negara maju lainnya, sehingga jauh lebih murah memberikan layanan berdasar-permintaan, kata Wan Yuchen, analis di China Market Research Group di Shanghai. Hal tersebit memungkinkan harga tetap rendah dan bersaing dengan usaha sederhana, katanya.

Sumber gambar, Getty
Contohnya, layanan makanan yang diantar di Cina seringkali mengiklankan pengiriman gratis dan biaya rata-rata pengiriman pada umumnya biasanya sekitar US$1 atau Rp13.000.
Pada tahun-tahun permulaan perkembangan O2O Cina, pengantaran makanan, eceran dan perusahaan transportasi yang unggul memimpin, sama seperti pasar lain di Eropa dan AS. Tetapi sekarang semakin banyak warga Cina yang menuntut layanan gaya hidup seperti makanan, hiburan, kecantikan, pengasuhan, perjalanan dan pernikahan. Dan banyak app yang muncul untuk menjawab tantangan ini.
“Layanan seperti ini adalah suatu kebutuhan di Cina dan permintaannya kaku,” kata WanYon, pimpinan Ayibang, app yang membantu penyediaan PRT, pengasuh anak berdasar permintaan. “Irama kehidipan di kota besar akan bertambah cepat dan konsumen Cina tidak mempunyai waktu untuk mencari PRT sendiri dan akan semakin tergantung pada app layanan sejenis.”
Pencipta pekerjaan
Wan mengatakan sektor berdasar-permintaan layanan gaya hidup di Cina baru mulai dan akan berkembang besar dalam dua tahun ke depan karena konsumen Cina semakin kaya dan perusahaan menyempurnakan produk yang ditawarkan. Ayibang yang berdiri pada bulan Agustus 2013 mempertemukan PRT dengan kliennya di Beijing. Sekarang telah berkembang ke lebih 30 kota di Cina, dan sekarang menyediakan pengasuh anak, disamping layanan perbaikan perabot dan rumah.
Dan ini bukan hanya menguntungkan konsumen. Pemiliki usaha kecil dan wiraswasta juga diuntungkan dengan meluasnya akses ke konsumen. Ye Xiaorong -seorang pembantu rumah tangga berusia 43 tahun di Beijing- mengatakan pendaftaran dirinya di Ayibang pada bulan Maret membantunya untuk berhubungan dengan banyak konsumen baru dan meningkatkan permintaan akan layanannya.

Sumber gambar, Getty
“Di masa lalu, saya tidak pernah mempunyai pekerjaan dan pemasukan tetap,” kata Ye, yang sebelumnya mendapatkan penghasilan lewat angkutan ojek gelap di luar stasiun kereta bawah tanah dengan imbalan 5 yuan atau Rp9.000. Sekarang dia menerima SMS setiap pagi yang memberi tahu jadwal hariannya dan bekerja paling tidak tujuh jam sehari.
“Sekarang saya sangat menyukai pekerjaan saya. Ini memberikan saya rasa tanggung jawab dan pemasukan tetap,” katanya.
Sementara penggunaan telepon pintar Cina menyesuaikan diri, kebiasaan konsumsi mereka beralih untuk mengikuti kecenderungan ini.
App berdasarkan permintaan sudah mengubah cara generasinya berbelanja atau membeli sesuatu, kata Li Huanhuan di Shanghai.
“Jika ibu saya lapar atau ingin membeli baju baru, dia kemungkinan akan mendatangi tempat makan terdekat atau mal untuk berbelanja,” Li menjelaskan. “Saya? Saya hanya akan melakukan semuanya lewat telepon.”
<italic>Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di <link type="page"><caption> China's demanding consumers are fuelling a huge new industry</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20160921-chinas-demanding-consumers-are-fuelling-a-huge-new-industry" platform="highweb"/></link> di <link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital" platform="highweb"/></link></italic>.









