Covid-19: Wisata akhir pekan khalayak Indonesia dari pantai hingga CFD di tengah pandemi virus corona

Sumber gambar, Antara/Fauzan
Walau pandemi Covid-19 masih melanda, sebagian khalayak Indonesia memilih untuk menikmati liburan akhir pekan dengan mengunjungi sejumlah obyek wisata.
Dari destinasi pegunungan, pantai, hingga jalan di kota saat car free day (CFD), ramai disambangi turis domestik pada akhir pekan, 19-21 Juni lalu.
Kabar ini agaknya menjadi berita gembira bagi para pebisnis di sektor pariwisata mengingat World Travel and Tourism Council (WTTC) memperkirakan sekitar 50 juta orang akan kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata saja akibat pandemi virus corona.
- Wisatawan Jakarta mulai mengalir hingga Puncak, puluhan orang 'reaktif' tes cepat Covid-19 di titik-titik keramaian
- Virus corona: Sekitar 50 juta orang akan kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata akibat pandemi
- Keramaian wisata di tengah PSBB, dilema 'sudah jenuh di rumah' dan pengendalian Covid-19

Sumber gambar, Antara/GALIH PRADIPTA

Sumber gambar, Antara/ADENG BUSTOMI
Pada akhir Mei lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengatakan Indonesia berpotensi kehilangan empat juta wisatawan mancanegara hingga menjelang akhir kuartal II tahun ini. Namun, hasil akhir masih menunggu perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS).
"Kalau kita lihat biasanya per bulan itu wisatawan asing sekitar 1,3 - 1,4 juta orang datang ke Indonesia. kalau dihitung-hitung secara sederhana saja sih mungkin kita kehilangan potensi kedatangan wisatawan asing itu sekitar empat juta lah sekarang ini," kata Wishnutama kepada wartawan, seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, 28 Mei lalu.

Sumber gambar, Antara/BAYU PRATAMA S

Sumber gambar, Antara/Didik Suhartono
Pada awal tahun, Wishnutama telah memprediksi kehilangan wisman asal China sebanyak 2 juta orang. Padahal China menyumbang sekitar 12,5% terhadap total wisatawan asing yang datang ke Indonesia pada tahun lalu.

Sumber gambar, Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Sumber gambar, Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia mengalami penurunan tajam hampir 90% pada April 2020 jika dibandingkan dengan April 2019.
Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan dampak Covid-19 ke tingkat kunjungan turis mancanegara "betul-betul luar biasa".
"Di Bandara Soekarno-Hatta, penurunan year on year hampir 100%, Bandara Ngurah Rai hampir 100%. Jadi dampak Covid ini betul-betul luar biasa," ujarnya dalam siaran YouTube BPS.

Sumber gambar, Antara/FIKRI YUSUF
Pemberlakuan protokol kesehatan
Bagaimanapun, pemulihan sektor pariwisata dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 masih melanda.

Sumber gambar, Antara/Yulius Satria Wijaya

Sumber gambar, Antara/ARIF FIRMANSYAH
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, mengatakan bahwa pada masa PSBB Proporsional itu, restoran dan hotel boleh beroperasi dengan membatasi kapasitas maksimal sampai 50%.
Dengan pemberlakuan itu pun, hampir 60 orang terkonfirmasi reaktif dari hasil tes cepat Covid-19 yang diselenggarakan pada akhir pekan.
"Ini yang menjadi perhatian, sehingga kami di Kabupaten Bogor dengan [Pemprov] Jawa Barat, kami melakukan rapid test untuk menguji dari sekian banyak yang masuk itu, berapa masyarakat yang sudah terpapar. Ini untuk menjadi perhatian kita. Nah, ternyata juga cukup banyak.
"Yang kemarin (20/06), dari 776 rapid yang kita uji coba, ada sembilan yang reaktif. Kemudian hari ini (21/06), dari 447, itu reaktif sekitar 48," kata Syarifah kepada BBC News Indonesia, Minggu (21/06).

Sumber gambar, Antara/Yulius Satria Wijaya
.









