Jadi saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet, Amien Rais 'merasa dimuliakan' setelah sebut 'ada kejanggalan'

Mantan Ketua MPR Amien Rais memperlihatkan video yang menurutnya menunjukkan bahwa pemeriksaan terhadapnya sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet, mrupakan hal yang 'janggal'.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Reno Esnir

Keterangan gambar, Mantan Ketua MPR Amien Rais memperlihatkan video yang menurutnya menunjukkan bahwa pemeriksaan terhadapnya sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet, mrupakan hal yang 'janggal'.

Amien Rais mengaku 'merasa dimuliakan dan dihormati' dalam pemeriksaan sebagai saksi di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu (10/10).

"Saya merasa dihormati, merasa dimuliakan oleh penyidik dalam pemeriksaan tadi. Suasananya akrab dan penuh canda. Pertanyaannya 'sip,' tidak menjebak dan tidak muter-muter," kata Amien Rais kepada wartawan yang mengerumuninya.

"Pemeriksaan itu berlangsung enam jam, tapi tiga jamnya untuk istirahat, salat dan makan," tegasnya pula.

"Pertanyaan-pertanyaannya, genap berjumlah 30," lanjut Amien, namun ia tak bersedia menjelaskan apa saja pertanyaan itu.

"Tanya kepada penyidik saja," kata mantan Ketua MPR itu.

Adapun pernyataan Amien Rais kepada wartawan usai pemeriksaan, kontras dengan sebelum pemeriksaan.

Saat baru datang, menjelang memasuki ruang pemeriksaan, Amien Rais, yang akhirnya memenuhi panggilan kepolisian terkait kasus Ratna Sarumpaet, mengatakan pemanggilannya 'sangat janggal.'

"Surat panggilan untuk saya tertanggal 2 Oktober, padahal kepolisian baru menangkap Ratna Sarumpaet pada 4 Oktober. Jadi surat panggilan pada saya sudah dibuat sebelumnya," kata Amien Rais kepada wartawan yang mengerubunginya di depan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Apakah ini upaya kriminalisasi? Wallahualam," Amien melontarkan pertanyaan retorik.

Amien Rais di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10) sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Reno Esnir

Keterangan gambar, Mantan Ketua MPR Amien Rais bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10) sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Amien Rais juga menyebut, bahwa hal itu juga disebut dalam pernyataan juru bicara kepolisian Setyo Wasisto, yang rekaman videonya ia perlihatkan kepada para wartawan.

Hal lain, katanya pula, terkait surat panggilan yang menyebut namanya secara tidak lengkap dan salah ejaan. Disebutnya, nama lengkapnya adalah Muhammad Amien Rais, namun surat pemanggilannya hanya mencantumkan nama Amin Rais (tanpa e), dan tanpa Muhammad.

Mantan Ketua MPR itu melontarkan pertanyaan yang menyiratkan tuduhan bahwa kepolisian alergi terhadap nama depannya, kendati sejauh ini sangat langka namanya dirujuk dengan nama depan Muhammad.

Ratna Sarumpaet

Sumber gambar, ANTARA

Keterangan gambar, Ratna Sarumpaet usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat (05/10).

Amien Rais bahkan kemudian melangkah ke urusan yang tak terkait dengan kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

"Terkait KPK, saya menyerukan kepada Presiden Joko Widodo agar Kapolri Tito Karnavian segera dicopot. Alasannya, silakan lihat sendiri," katanya sembari membentangkan halaman sebuah harian yang memberitakan dugaan aliran dana terhadap sejumlah perwira kepolisian, termasuk Tito Karnavian tatkala menjabat sebagai Kapolda Jakarta.

Amien Rais diperiksa polisi sebagai saksi kasus kabar bohong dan hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet, anggota tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno waktu itu.

Amien Rais adalah salah satu dari sejumlah orang yang ikut jumpa pers yang dilakukan Prabowo terkait pengakuan Ratna Sarumpaet bahwa ia dianiaya, sebelum kemudian Ratna mengakui bahwa lebam-lebam di wajahnya itu adalah akibat penyedotan lemak di pipi, dan bahwa cerita penganiayaan itu adalah bohong.

Ratna Sarumpaet

Sumber gambar, ANTARA

Keterangan gambar, Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bandung Raya menuntut Ratna minta maaf kepada warga Bandung.

Ratna Sarumpaet ditangkap pada tanggal 4 Oktober di Bandara Soekarno Hatta, tatkala hendak berangkat ke Chile untuk mengikuti kongres internasional dramawan perempuan.

Amien Rais sempat tak memenuhi panggilan polisi, sebelum akhirnya datang hari Rabu (10/10).

Habiburachman dari Tim Prabowo-Sandiaga menyatakan bahwa setidaknya 300 pengacara siap membela Amien Rais, selain massa alumni 212. Ia menyatakan pula bahwa ribuan 'alumni 212' siap mengawal Amien Rais dalam menjalani pemeriksaan itu.

Sementara itu, juru bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan bahwa kepolisian mendapat laporan bahwa pengamanan pemeriksaan ini melibatkan 3.244 anggota polisi.