Lapas Sukamiskin: 'Jangan perdebatkan kloset duduk' di kamar sel Setya Novanto

sukamiskin

Sumber gambar, Julia Alazka

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung, Tejo Harwanto, angkat bicara mengenai temuan Ombudsman RI saat melakukan sidak di lapas itu, terutama mengenai kamar sel narapidana tindak pidana korupsi, Setya Novanto.

Berdasarkan temuan saat inspeksi mendadak ke Lapas Sukamiskin, Ombudsman RI menemukan kamar sel Setya Novanto, Muhammad Nazaruddin, Djoko Susilo, dan Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan berukuran lebih luas dibanding sel napi lainnya.

Di kamar sel Setnov, Ombudsman menemukan kloset duduk—fasilitas yang tidak dimiliki napi lain.

Soal temuan tersebut, Tejo membenarkan kamar sel Setnov lebih luas. Namun, dia berdalih ukuran kamar sel di Lapas Sukamiskin memang beragam sejak dibangun oleh Belanda pada 1918.

Dari 522 kamar sel di Lapas Sukamiskin, 40 di antaranya berukuran besar dengan ukuran 300-500 cm. Salah satunya dihuni Setnov yang menghuni sel nomor TA04.

Tejo menyatakan tidak ada kategori khusus siapa narapidana yang berhak menghuni kamas sel yang lebih luas. Namun, ia mengakui, kamar tersebut umumnya dihuni mantan pejabat.

"Semua narapidana tipikor kan umumnya pejabat," ujar Tejo sebagaimana dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka, dari Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Minggu (16/9).

sukamiskin

Sumber gambar, Julia Alazka

Keterangan gambar, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung, Tejo Harwanto, meminta kloset duduk yang dipasang di kamar sel Setnov tidak diperdebatkan lagi.

Tejo berkilah sel Setnov terkesan lebih mewah lantaran dindingnya dilapisi plywood atau lapisan kayu. Menurut Tejo, plywood dipasang untuk mengantisipasi dinding sel rapuh akibat rembesan air hujan.

Sedangkan mengenai kloset duduk yang dipasang di kamar sel Setnov, Tejo meminta tidak diperdebatkan lagi. Tejo bahkan berharap, kloset duduk menjadi fasilitas standar di kamar sel Lapas Sukamiskin.

"Jangan diperdebatkan lagi kloset jongkok dan duduk. Kloset duduk ada keuntungannya. Pertama, untuk orang-orang lansia, hampir 70% penghuni lapas ini berusia lebih dari 50 tahun, jadi kesulitan. Kedua, kebersihan dan kesehatan. Tapi ini ada di seluruh kamar, mestinya seperti itu," ujar pria itu.

Bagaimanapun, Tejo tidak menjelaskan mengapa kamar luas, plywood, dan kloset duduk ditempatkan di kamar sel Setnov, bukan di kamar sel narapidana dengan kejahatan lain.

Sukamiskin

Sumber gambar, ANTARA/Rivan Awal Lingga

Keterangan gambar, Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan suap kurang dari 24 jam setelah ditangkap KPK.

Kamar sel tidak digembok

Selain kamar sel Setya Novanto, Ombudsman RI menyoroti pula pintu kamar sel sejumlah napi tipikor yang tidak digembok pada malam hari.

"Ada hal-hal yang masih ada potensi maladministrasi di dalam lapas, terutama di Sukamiskin. Ada diskriminasi dalam kamar hunian. Masih ada perbedaan satu kamar hunian dengan kamar yang lain, mulai dari luas fasilitas yang digunakan. Lalu, kami masih melihat potensi atau indikasi tindakan tidak patut.

"Ini PR bagi Kakanwil dan Kalapas untuk merumuskan ke depan kira-kira standar layanan yang sama seperti apa di Sukamiskin maupun non-Sukamiskin," kata anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu kepada wartawan.

sukamiskin

Sumber gambar, Antara/M Agung Rajasa

Keterangan gambar, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami (tengah) bersama jajarannya menunjukan barang-barang sitaan hasil sidak di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, 22 Juli lalu.

Pintu kamar sel yang tidak digembok diakui Tejo sebagai salah satu kebijakan yang dikeluarkannya untuk mempercepat tindakan medis bagi warga binaan yang memiliki riwayat penyakit jantung. Pun, mengingat jumlah petugas lapas yang terbatas yang dirasa sulit menjangkau areal lapas yang luas.

"Ini kejadian pada Zoel Malarangeng, kolaps jam 3 malam. Dia bisa buka pintunya sendiri minta pertolongan," tutur Tejo.

"Oleh sebab itu, kami mengambil kebijakan bahwa sel kamar yang dihuni warga binaan yang perlu tindakan medis cepat, apabila sewaktu-waktu ada permasalahan dengan kesehatannya, cepat ditindak."

Namun, Tejo mengatakan, tidak semua pintu kamar sel tidak digembok.

Kebijakan itu hanya untuk penghuni sel yang memiliki riwayat penyakit jantung, seperti Setya Novanto dan, Muhammad Nazaruddin.

Di pintu kamar mereka akan ditandai tulisan "Dalam Perawatan Medis." Menurutnya, ada lebih dari 25 narapidana yang statusnya dalam perawatan medis.

"Tapi untuk blok, itu digembok. Seluruh sisi Utara, Barat, Selatan, Timur, kita gembok," imbuh Tejo sambil mengatakan hampir semua narapidana berusia 50 tahun ke atas memiliki keluhan sakit jantung.

sukamiskin

Sumber gambar, Antara/M Agung Rajasa

Keterangan gambar, Peralatan pengeras suara hingga mesin pemanas/pendingin air ditemukan di sejumlah sel Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada Juli lalu.

Beragam temuan Ombudsman RI ini hanya berselang dua bulan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wahid Husein yang saat itu menjabat sebagai kepala Lapas Sukamiskin karena diduga menerima suap.

Penangkapan Wahid Husein disusul oleh inspeksi mendadak Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami.

Berbagai barang seperti kulkas dua pintu, televisi, speaker, kompor gas, tabung elpiji, microwave, mesin pemanas/pendingin air, alat-alat masak, hingga uang tunai berjumlah Rp102 juta ditemukan dalam sidak tersebut.

Bahkan, tim satgas menemukan alat pertukangan seperti gergaji, kunci inggris, dan obeng.

Padahal berdasarkan aturan, barang-barang tersebut tidak boleh masuk ke dalam Lapas. Khusus untuk uang, jumlah yang terbesar dari satu kamar mencapai Rp5.500.000 milik narapidana bernama Ahmad Kuncoro.

Sukamiskin

Sumber gambar, DETIKCOM/BABAN

Keterangan gambar, Sejumlah saung atau gazebo bambu yang terdapat di Lapas Sukamiskin dibiayai oleh para narapidana koruptor.
sukamiskin

Sumber gambar, Julia Alazka

Keterangan gambar, Lokasi yang dulu menjadi tempat saung-saung, kini berganti menjadi lapangan futsal.

Setelah menyita berbagai barang, dua hari kemudian giliran saung-saung yang dibongkar.

Patrice Rio Capella, mantan Sekjen Partai NasDem, yang pernah mendekam di Lapas Sukamiskin selama delapan bulan karena menerima suap, mengaku inisiatif membangun saung-saung di Sukamiskin muncul dari sesama napi kasus korupsi.

Rio beralasan, ruang pertemuan di Sukamiskin sempit dan tak layak untuk tamu para narapidana korupsi yang disebutnya sebagai masyarakat kelas atas.