Taraf peringatan turun, Bandara Internasional Ngurah Rai kembali dibuka

bali

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Para wisatawan menunggu pemberangkatan pesawat dari Bandara Ngurah Rai, Bali

Sejumlah pemangku kepentingan di Bali memutuskan untuk membuka kembali operasional Bandara Internasional Ngurah Rai pada Rabu (29/11), pukul 15.00 WITA atau sehari setelah Gunung Agung erupsi.

Keputusan ini ditempuh setelah seluruh pemangku kepentingan terkait bertemu, antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), PT Angkasa Pura I, dan Airnav.

Dalam pertemuan itu, semua pihak menelisik berbagai data, mencakup data cuaca dan hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menurunkan taraf peringatan penerbangan (VONA, Volcano Observatory Notice for Aviation) dari merah ke oranye.

"Secara keseluruhan maka diputuskan Notam Closed Bandara I Gusti Ngurah Rai akan dicabut pada pukul 14.28 WITA (Airport Open). Dengan demikian penerbangan dari dan ke bandara I Gusti Ngurah Rai kembali beroperasi normal," ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono.

bali

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Operasional Bandara Ngurah Rai terus dievaluasi seiring dengan perkembangan aktivitas Gunung Agung.

Dengan kembali dibukanya Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, maka penerbangan dari dan ke Denpasar sudah dapat dilayani.

Meski demikian, lanjut Wisnu, pihaknya tetap memonitor dengan ketat seluruh perkembangan yang terjadi terkait aktivitas Gunung Agung. Koordinasi intensif dengan BMKG dan PVMBG serta pengamatan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC) juga dilakukan.

Sebelumnya, operasional Bandara Ngurah Rai ditutup hingga Kamis (30/11) pada pukul 07.00 WITA.

Saat itu, keputusan dibuat setelah hasil analisis citra satelit Himawari dari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik ke arah barat daya, tertarik oleh Siklon Tropis Cempaka yang berada di Samudera Hindia di selatan Yogyakarta.

Dampak langsung sebaran abu adalah terganggunya keselamatan penerbangan.