Rekening 'gendut' para penegak hukum

Publik kembali dikejutkan dengan berita tentang anggota polisi di Papua yang disebut-sebut memiliki rekening dengan nilai ratusan miliar bahkan pernah mencapai Rp1,5 triliun.
Kecurigaan mengemuka karena sebagai anggota polisi, anggota penegak hukum yang bertugas di Sorong ini bergaji standar sekitar Rp2 juta per bulan.
Memang ia dikenal sebagai pengusaha, namun kenyataan adanya ratusan miliar di rekeningnya membuat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bergerak.
Hasilnya pada hari Kamis (16/05) anggota polisi ini resmi dinyatakan sebagai tersangka setelah Polda Papua menemukan bahwa ia diduga terlibat kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) dan penebangan liar.
Ini bukan kali ini pertama muncul kasus yang biasa disebut 'rekening gendut' tersebut.
Pada 2010 beberapa perwira tinggi Polri disorot karena memiliki uang atau harta yang tidak wajar.
Komentar Anda
Catatan lembaga antikorupsi ICW menyebutkan 17 perwira tinggi polisi layak diselidiki karena memiliki rekening dengan nilai tidak wajar.
Kasus ini berhenti setelah Kapolri ini menegaskan tidak ada pelanggaran hukum dalam kasus ini.
Apa komentar Anda soal rekening gendut milik para penegak hukum ini?
"Menurut saya polisi yang satu ini pintar, karena dia punya usaha. Kalau pejabat mungkin uangnya dari hasil korupsi. Ini ada bukti bahwa dia ada usaha lain yang dijalankan istri dan keluarga. Harusnya pemeriksa cari tahu dahulu akar kasus ini." John
"Memang harus diusut semua rekening yang tidak wajar di jajaran kepolisian. Karena sudah rahasia umum polisi diduga banyak yang melakukan bisnis di luar tugas mereka." Rully di Pekanbaru
"Kasus rekening gendut ini wajar. Dugaan rekening gendut, pencucian uang, sampai suap menyuap. Kasus-kasus seperti malah bikin tersangka tenar." Abu Semeru









