Ketua DPR AS tidak akan bela Trump terkait 'komentar cabul'

Sumber gambar, Reuters
Pejabat tertinggi Partai Republik Amerika Serikat menegaskan bahwa dirinya tidak akan membela Donald Trump setelah bocornya rekaman pembicaraan Trump yang ‘melecehkan’ perempuan.
Paul Ryan, yang kini menjabat sebagai ketua DPR AS, berjanji hanya akan berfokus untuk mempertahankan jumlah kursi di Kongres, tetapi tidak mengakhiri dukungannya terhadap kandidat presiden dari Partai Republik.
Menanggapi keputusan Ryan, Trump pun mencuit di akun Twitter-nya bahwa Ryan seharusnya tidak membuang-buang waktu untuk ‘bermusuhan’ dengannya.
- <link type="page"><caption> Seksisme Donald Trump menurut para mantan The Apprentice</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161004_dunia_trump_apprentice_pelecehan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Donald Trump minta maaf atas komentar cabul dalam video</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161008_dunia_trump_minta_maaf" platform="highweb"/></link>
Sebelumnya, saingan Trump, Hillary Clinton, meragukan keseriusan permintaan maaf Trump terhadap ‘aksinya’ yang terekam 11 tahun lalu itu.
Pada Minggu (9/10), Trump menyebut ucapannya yang dinilai ‘melecehkan perempuan itu’ adalah “pembicaraan di ruang ganti”.

Sumber gambar, Getty
Clinton pun kemudian mencuit, kalau Trump hanya merespon seperti itu, jelas “dia tidak meminta maaf”.
Banyak yang menarik dukungan
Sebuah video yang berasal dari tahun 2005 dan dirilis Jumat (7/10) mengungkapkan bagaimana Trump berniat berhubungan seks dengan seorang perempuan yang telah menikah. Trump juga mengeluarkan komentar cabul tentang perempuan.
- <link type="page"><caption> Tokoh Partai Republik kecam komentar cabul Donald Trump dalam rekaman video</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161008_dunia_trump_video" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Apa pesan yang disampaikan pakaian Clinton dan Trump?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cul/2016/10/161002_vert_cul_pakaian" platform="highweb"/></link>
Ketika ditanya tentang video itu saat debat, Trump membalikkan tudingannya ke suami Clinton, mantan Presiden Bill Clinton, yang disebutnya bertindak “kasar pada perempuan”. Hillary Clinton menolak mengomentari tudingan Trump.
Setidaknya 38 pejabat senior Partai Republik, termasuk sejumlah senat, anggota kongres dan gubernur negara bagian, telah menarik dukungan dari Trump sejak video itu beredar.
Namun, Senin (11/10) malam ketua Komite Nasional Partai Republik, Reince Priebus mengklaim berkurangnya dukungan itu “tidak mengubah” kampanye dukungan pada Trump.
“Saya rasa isu tentang komentar (cabul) Trump telah diselesaikan saat debat,” ungkapnya.









