AS tuduh Rusia pelaku serangan misi bantuan di Suriah

Aleppo

Sumber gambar, .

Keterangan gambar, Rusia menyatakan, jenis kerusakan pada truk dan tiadanya 'kawah' membuktikan bahwa kejadian di dekat Aleppo itu bukan karena serangan udara.

Amerika Serikat menuding dua pesawat Rusia terlibat dalam serangan terhadap konvoi bantuan dekat Aleppo, Suriah hari Senin, yang menewaskan 20 orang.

Gedung Putih telah menyebutnya "tragedi kemanusiaan yang luar biasa."

Rusia membantah keras keterlibatan pesawat mereka atau pesawat Suriah, dan berkilah bahwa kejadian itu disebabkan oleh api di daratan dan bukan karena serangan udara.

"Tidak ada 'kawah' (lubang di tanah yang terjadi akibat bom) dan jenis kerusakan di bagian luar kendaraan tidak menunjukan jenis akibat ledakan oleh bom yang dijatuhkan dari udara," kata sebuah pernyataan dari kementerian pertahanan.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia mengatakan pemerintah AS 'tidak memiliki fakta-fakta' untuk melontarkan tudingan itu dan menambahkan: "Kami tidak ada hubungannya dengan situasi ini."

  • <link type="page"><caption> PBB menunda semua bantuan ke Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160920_dunia_suriah_pbb" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160920_dunia_suriah_pbb" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Gencatan senjata berakhir di Suriah, konvoi bantuan kena bom</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160920_dunia_aleppo_serangan_bantuan" platform="highweb"/></link>

Namun para pejabat AS, yang berbicara kepada BBC dengan syarat tak disebut namanya, mengatakan dua pesawat tempur SU-24 Rusia berada di udara di atas konvoi itu tepat pada saat kejadian di Urum al-Kubra itu.

Mereka menyebut juga bahwa serangan itu terlalu canggih bagi tentara Suriah.

Pada kesempatan lain Juru bicara Gedung Putih Ben Rhodes mengatakan: "Hanya bisa ada dua pihak yang bertanggung jawab, rezim Suriah atau pemerintah Rusia.

"Apapun, kami menganggap pemerintah Rusia bertanggung jawab untuk serangan udara di daerah itu."

  • <link type="page"><caption> Koalisi yang dipimpin AS 'tak sengaja' serang pasukan Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160919_dunia_serangan_aleppo" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Badan bantuan PBB dituduh 'tunduk' pada pemerintah Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160908_dunia_suriah_bantuan" platform="highweb"/></link>

PBB sebelumnya mengatakan mereka "tidak dalam posisi untuk memastikan apakah kejadian ini memang serangan udara."

Sekitar 20 warga sipil tewas, termasuk seorang pejabat senior Bulan Sabit Merah Suriah, dan 18 dari 31 truk bantuan hancur.

PBB kemudian menghentikan semua konvoi bantuan di Suriah.

'Kesepakatan damai belum mati'

Sementara itu, para diplomat di markas PBB di New York berusaha untuk menyelamatkan kesepakatan gencatan senjata berusia seminggu yang ditengahi AS dan Rusia yang dinyatakan sudah berakhir oleh Suriah beberapa jam sebelum kejadian dekat Aleppo itu.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry, berbicara bersama sejawatnya dari Rusia Sergei Lavrov, menyusul pembicaraan dengan delegasi dari Grup Dukungan bagi Suriah mengatakan kesepakatan penghentian permusuhan itu 'belum mati.'

Mereka bertemu lagi hari Jumat, sementara Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi tentang Suriah pada hari Rabu.

  • <link type="page"><caption> Konflik Suriah: Serangan udara AS 'tewaskan puluhan tentara pemerintah'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160918_dunia_as_suriah" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Gencatan senjata baru di Suriah resmi diberlakukan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160912_dunia_gencatan_senjata_suriah" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> AS-Rusia capai kesepakatan awal perdamaian Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160910_dunia_kesepakatan_suriah" platform="highweb"/></link>

'Tangan mereka berlumur darah'

Sebelumnya, Ban Ki-moon, Sekjen PBB, melancarkan serangan menyengat pada pemerintah Suriah, dengan mengatakan mereka telah membunuh warga sipil terbanyak dalam perang saudara selama lima tahun.

Menggunakan bahasa yang tak biasanya dalam pidato terakhirnya kepada Majelis Umum PBB, Ban juga mengatakan mereka yang mendukung pihak yang berlawanan dalam konflik itu "tangan mereka juga berlumur darah."

Aleppo

Sumber gambar, .

Keterangan gambar, Setidaknya 20 orang tewas dan 18 truk bantuan kemanusiaan hancur dalam peristiwa itu.

"Banyak kelompok telah membunuh banyak orang tak berdosa, dan pemerintah Suriah lebih banyak lagi dengan terus mencurahkan bom ke wilayah-wilayah pemukiman dan secara sistematik menyiksa ribuan tahanan."

Ban Ki-moon mengatakan negara-negara lain "yang terus memasok mesin perang juga memiliki tangan yang berlumuran darah."

Ia menyebut serangan terhadap konvoi bantuan "memuakkan, biadab dan tampaknya disengaja" dan menyerukan agar pelakunya dimintai pertanggungjawaban.

Suriah menanggapi dengan menuduh Ban dari melecehkan piagam PBB.

"Kata-kata Ban Ki-moon hari ini tentang Suriah jauh dari ketentuan-ketentuan Piagam PBB, yang seharusnya dihormati oleh (orang) yang menempati posisi sekretarius jenderal," kata pernyataan kementerian luar negeri.

Aleppo

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Warga sipil di daerah terkepung mengandalkan hidup keseharian dari bantuan kemanusiaan.
PBB sudah menghentikan sementara konvoi bantuan kemanusiaan ke sekitar Aleppo.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, PBB sudah menghentikan sementara konvoi bantuan kemanusiaan ke sekitar Aleppo.

Mereka menyebut PBB 'gagal dalam perannya' menemukan solusi bagi berbagai konflik internasional.

Bantuan pengiriman ke daerah terkepung merupakan bagian penting dari kesepakatan penghentian permusuhan.

Presiden Komite Palang Merah Internasional, Peter Maurer, mengecam serangan itu sebagai "pelanggaran mencolok terhadap hukum kemanusiaan internasional" dan mengatakan hal itu bisa dianggap kejahatan perang.

Militer dan pemberontak Suriah telah menuduh satu sama lain melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.