Konflik Suriah: Serangan udara AS 'tewaskan puluhan tentara pemerintah'

Sumber gambar, AP
Koalisi yang dipimpin AS mengungkapkan pesawat tempurnya telah melancarkan serangan di wilayah timur Suriah yang disebut militer Rusia menewaskan sedikitnya 62 pasukan Suriah yang melawan ISIS.
AS mengatakan pesawatnya telah menghentikan serangan di Deir al-Zour ketika mendapat informasi kehadiran pasukan Suriah.
Seorang juru bicara pemerintah menyampaikan "penyesalan" atas "kematian yang tidak disengaja".
Menyusul peristiwa itu, Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat, atas inisiatif Rusia, untuk mendiskusikan krisis di Suriah.
- <link type="page"><caption> Gencatan senjata baru di Suriah resmi diberlakukan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160912_dunia_gencatan_senjata_suriah" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> AS-Rusia capai kesepakatan awal perdamaian Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160910_dunia_kesepakatan_suriah" platform="highweb"/></link>
Sebelumnya, Rusia mengatakan gencatan senjata di Suriah dalam bahaya kegagalan dan AS akan dapat disalahkan.
Gencatan senjata itu tidak mencakup serangan oleh AS terhadap ISIS ataupun kelompok jihadis yang lain.

Sumber gambar, AFP
Pernyataan Pusat Komando AS mengatakan koalisi yakin menyerang posisi kelompok yang menyebut diri Negara Islam dan serangan itu "segera dihentikan ketika pejabat koalisi mendapatkan informasi dari pejabat Rusia bahwa kemungkinan personil dan kendaraan yang ditargetkan merupakan bagian dari militer Suriah".
Pernyataan itu juga menyebutkan "Pusat Operasi Udara Gabungan sebelumnya telah memberitahukan akan melakukan serangan kepada mitra kerja Rusia".
"Suriah merupakan sebuah situasi yang kompleks dengan pasukan militer dan milisi yang beragam serta nyaris serupa, tetapi pasukan koalisi tidak secara sengaja menyerang sebuah unit militer Suriah. Koalisi akan mengkaji serangan dan situasi yang melingkupinya untuk melihat apakah ada pelajaran yang bisa diambil."
Kementerian pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan bahwa jika serangan udara AS berubah menjadi sebuah masalah, itu dapat terjadi karena Washington menolak mengkoordinasikan aksi militer dengan Moskow.









