Idul Adha masih berlangsung, jam malam di Kashmir

Sumber gambar, AP
Jam malam diterapkan di kawasan Kashmir yang diperintah India ketika warga masih merayakan Idul Adha.
Kekerasan yang terjadi Selasa (13/09) menyebabkan seorang pengunjuk rasa tewas dan 22 lainnya cedera sementara aparat keamanan menutup jalan ke beberapa masjid penting.
Tembakan gas air mata dilepas ke arah para pengunjuk rasa yang melempari batu sementara layanan telepon genggam dan data juga sudah dihentikan.
- <link type="page"><caption> Galeri foto Idul Adha diperingati di berbagai negara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/03/150320_kashmir_milisi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Serangan milisi di pos polisi Kashmir menewaskan dua orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/03/150320_kashmir_milisi" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, AP
Pihak berwenang mengatakan penutupan layanan telepon genggam dan data dimaksudkan untuk mencegah kelompok separatis yang merencanakan pawai ke kantor pengamat PBB di Srinagar.
Jam malam pada masa Idul Adha amat jarang diberlakukan di wilayah Kashmir yang dikuasai India.
Kantor berita India, PTI, menulis untuk pertama kalinya sembahyang Idul Adha tidak digelar di Masjid Idgah dan Hazratbal dalam waktu 26 tahun belakangan.

Sumber gambar, AP
- <link type="page"><caption> Kisah penabuh beduk sahur di Kashmir India</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160701_majalah_ramadan_kashmir" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Daging sapi dilarang, Muslim di Kashmir protes</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150911_majalah_sapi_kashmir" platform="highweb"/></link>
Sedang media lokal melaporkan pasar-pasar pada malam menjelang Idul Adha tidak seramai seperti tahun-tahun sebelumnya, juga tidak terlihat pembeli yang rebutan membeli roti maupun daging.
Kashmir masih menjadi wilayah sengketa India dan Pakistan serta menjadi tempat yang rawan kekerasan selama 60 tahun, selain pernah menyebabkan perang antara kedua negara.
Di kawasan yang mayoritasnya beragama Islam, muncul beberapa kelompok militan yang memperjuangkan kemerdekaan dari India atau bergabung dengan Pakistan, yang memiliki mayoritas penduduk umat Islam.










