Dianggap menghina korban gempa, Charlie Hebdo digugat

Sumber gambar, CHARLIE HEBDO
Kota Italia yang dilanda gempa hebat bulan lalu, mengambil langkah hukum terhadap Charlie Hebdo, yang dalam sebuah kartunnya menggambarkan para korban sebagai hidangan pasta.
Amatrice, tempat tinggal sebagian besar dari 295 korban tewas, melaporkan majalah mingguan satir Perancis itu untuk perkara penghinaan.
Salah satu gambar di majalah itu, dijuduli Lasagna, menunjukkan tumpukan puing-puing dengan kaki-kaki berdarah bermunculan dari sela-selanya.
Belum jelas apakah pengadilan akan menerima dan memproses kasus tersebut.
- <link type="page"><caption> Charlie Hebdo dikritik karena kartun pengungsi Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160113_dunia_charliehebdo_kurdi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mengejek ala Charlie Hebdo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/01/150108_senibudaya_charliehebdo_prancis" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Dalam gambar: Amatrice sebelum dan sesudah gempa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/08/160825_galeri_gempa_italia" platform="highweb"/></link>
Kota Amatrice, salah satu yang paling parah dilanda gempa 24 AGustus berkekuatan 6,2 skala richter, terkenal dengan spaghetti all'amatriciana.
Kartun kontroversial Charlie Hebdo, yang berjudul 'Gempa gaya Italia,' menunjukkan pula seorang pria berlumur darah yang digambarkan sebagai saus tomat penne, sementara seorang perempuan yang terluka digambarkan sebagai penne gratinee, dan jasad-jasad yang ditumpuk antara lapisan puing digambarkan sebagai lasagna.
Kantor media satir Perancis itu diserang teroris pada bulan Januari 2015, menewaskan 11 orang, mendorong gelombang internasional solidaritas dengan majalah itu.
'Tak berperasaan'
Namun, kartun Amatrice memicu kemarahan luas di media sosial dan di media Italia, dengan banyak mencela sebagai tidak sensitif.
Sebagai tanggapan, Charlie Hebdo merilis kartun kedua, dengan keterangan "Rakyat Italia ... bukan Charlie Hebdo yang membangun rumah-rumahmu, melainkan Mafia!"

Sumber gambar, CHARLIE HEBDO
Mario Cicchetti, pengacara Amatrice, mengatakan kartun itu "mengerikan, tidak berperasaan dan tidak bisa dimengerti" dan menunjukkan "penghinaan bagi korban bencana alam".
Jika laporan itu diterima pengadilan, dan majalah Perancis dihukum, mereka bisa dipaksa untuk membayar ganti rugi dalam gugatan perdata terkait.
"Berapa pun ganti rugi yang diputuskan pengadilan, akan sepenuhnya diserahkan kepada korban gempa," kata Cicchetti.
Charlie Hebdo mengatakan tidak akan berkomentar saat ini.
Charlie Hebdo berkali-kali menjadi kontroversi. Serangan Januari 2015 terkait dengan pemuatan kartun Nabi Muhammad ditanggapi dengan menerbitkan kartun lain.
Beberapa waktu lalu mereka memicu kemarahan global saat menerbitkan sejumlah kartun yang dianggap menghina Alan Kurdi, bocah pengungsi Suriah yang tewas di tepi pantai.









