Charlie Hebdo dikritik karena kartun pengungsi Suriah

hebdo

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Presiden Francois Hollande dan PM Manuel Valls pada peringatan korban serangan teroris 2015.

Majalah satire Prancis Charlie Hebdo kembali menghadapi serangan balik karena menggambarkan Alan Kurdi, pengungsi anak-anak Suriah yang tenggelam, sebagai seorang dewasa pelaku serangan seksual di Jerman.

Kartun ini memperlihatkan badan Alan di samping keterangan gambar yang mengisyaratkannya sebagai "tukang gerayang di Jerman".

Hal ini dilakukan setelah diketahui bahwa sekelompok migran melakukan serangan seksual terorganisir di Cologne, Jerman, saat malam Tahun Baru.

Majalah ini dikecam banyak pihak di media sosial dan dituduh melakukan rasisme.

Charlie Hebdo

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Charlie Hebdo mengundang sejumlah kritikan karena ejekannya berbau agama.

Pengguna Twitter mengatakan gambar tersebut "memuakkan" dan "tidak berkelas" di samping menuduh majalah itu rasis dan Islamofobia.

Kartun kontroversial ini keluar seminggu setelah peringatan <link type="page"><caption> penembakan di majalah tersebut yang menewaskan 10 orang pegawainya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160107_dunia_paris_senjata" platform="highweb"/></link> pada tahun 2015.

Tujuh belas orang tewas dalam serangan selama tiga hari yang menjadikan majalah Charlie Hebdo, polisi, dan toko Yahudi sebagai sasaran.

Majalah Charlie Hebdo pernah menerbitkan kartun Nabi Muhammad, yang memicu kemarahan umat Islam, namun terbitan itu juga menurunkan satire bertema agama lain.