Charlie Hebdo dikritik karena kartun pengungsi Suriah

Sumber gambar, Getty
Majalah satire Prancis Charlie Hebdo kembali menghadapi serangan balik karena menggambarkan Alan Kurdi, pengungsi anak-anak Suriah yang tenggelam, sebagai seorang dewasa pelaku serangan seksual di Jerman.
Kartun ini memperlihatkan badan Alan di samping keterangan gambar yang mengisyaratkannya sebagai "tukang gerayang di Jerman".
Hal ini dilakukan setelah diketahui bahwa sekelompok migran melakukan serangan seksual terorganisir di Cologne, Jerman, saat malam Tahun Baru.
Majalah ini dikecam banyak pihak di media sosial dan dituduh melakukan rasisme.

Sumber gambar, Reuters
Pengguna Twitter mengatakan gambar tersebut "memuakkan" dan "tidak berkelas" di samping menuduh majalah itu rasis dan Islamofobia.
Kartun kontroversial ini keluar seminggu setelah peringatan <link type="page"><caption> penembakan di majalah tersebut yang menewaskan 10 orang pegawainya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160107_dunia_paris_senjata" platform="highweb"/></link> pada tahun 2015.
Tujuh belas orang tewas dalam serangan selama tiga hari yang menjadikan majalah Charlie Hebdo, polisi, dan toko Yahudi sebagai sasaran.
Majalah Charlie Hebdo pernah menerbitkan kartun Nabi Muhammad, yang memicu kemarahan umat Islam, namun terbitan itu juga menurunkan satire bertema agama lain.










